LANGIT7.ID, Jakarta - Kiai Haji (KH) Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa disapa Gus Baha merupakan merupakan santri kesayangan tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimoen Zubair. Ia dikenal dekat dengan gurunya dan selalu mendampinginya dalam berbagai kesempatan.
Di usiaya yang masih muda, Gus Baha mampu menghafal al-Qur'an 30 juz. Menjelang usia remaja, ayahnya KH Nursalim al-Hafizh menitipkan Gus Baha untuk mondok dan berkhidmat kepada KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu, Sarang Rembang, Jawa Timur.
Di Pesantren Al-Anwar keilmuan Gus Baha mulai menonjol seperti ilmu hadits, fikih, dan tafsir. Dalam ilmu hadis, Gus Baha mampu mengkhatamkan hafalan Sahih Muslim lengkap dengan matan, rawi, dan sanadnya. Selain Sahih Muslim beliau juga mengkhatamkan dan hafal isi kitab Fathul Mu'in dan kitab-kitab gramatika bahasa arab seperti 'Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik.
Baca Juga: Gus Baha Sebut Santri Bisa Didik Profesor tapi Profesor Banyak Kesulitan Tanamkan AkhlakDalam beberapa kesempatan ceramah Gus Baha selalu bersikap rendah hati terhadap yang lebih senior darinya. Pria kelahiran Rembang, 29 September 1970 itu juga dikenal sederhana. Dalam berpakaian ia seringkali hanya mengenakan kemaja putih, peci hitam, dan kain sarung; pakaian khas santri. Ilmu dan kesederhanaan itu membuatnya dikagumi banyak orang.
Putra dari pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur'an LP3IA KH Nursalim al-Hafizh itu merupakan santri tulen yang berlatar belakang non-formal dan non gelar. Walaupu begitu, Ia diberi keistimewaaan sebagai Ketua Tim Lajnah Mushaf Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Baca Juga: Tak Hanya Ajarkan Kesederhanaan, di Pesantren Juga ada Guyon IlmiahSetelah ayahnya wafat, Gus Baha menggantikannya menjadi pimpinan Ponpes Tahfidzul Qur'an LP3IA bersama istri, Ning Winda. Selain mengajar di pondok, Gus Baha juga rutin mengisi kajian di Yogjakarta dan Bojonegoro. Konten kajian Gus Baha banyak di-upload santrinya ke youtube dan ditonton ratusan ribu orang di Tanah Air.
Gus Baha muncul dalam bursa calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Indostrategic terhadap sebagain warga nahdliyin. Nama Gus Baha berada di urutan atas bersama KH Said Aqil Siradj, KH Marzuki Mustamar, dan KH Yahya Cholil Staquf. Keempat tokoh tersebut akan dipilih dalam gelaran Muktamar NU ke-34 yang diagendakan pada 22-23 Desember 2021 mendatang di Lampung.
Baca Juga: Kriteria Agama Penting Diperhatikan Laki-laki Sebelum Lamar WanitaBaca Juga: KKB Serahkan Diri, Polri: Masyarakat Yapen Kami Anggap Keluarga(zhd)