7 Kriteria Guru dan Pendidik Berkualitas Menurut KH Hasyim Asy’ari
Muhajirin
Kamis, 23 Desember 2021 - 19:32 WIB
Ilustrasi seorang guru sedang mengajar muridnya (foto: langit7.id/istock)
Pendidikan merupakan upaya pengembangan dan melestarikan nilai-nilai kebajikan serta norma-norma kepada generasi penerus umat, agama dan bangsa. Menurut Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, menuntut ilmu adalah ibadah untuk mencari ridha Allah Ta’ala.
Pendidikan Islam memiliki prinsip menyebarluaskan nilai-nilai Islam, bukan hanya sekadar menghilangkan kebodohan semata. Sebab, ilmu akan mengantarkan manusia ke dalam kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
Pakar filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr Fahruddin Faiz dalam kanal youtube Ruang Berpikir memaparkan 7 kriteria pendidik yang berkualitas menurut KH Hasyim Asy'ari. Tujuh kriteria tersebut menjadi keharusan bagi setiap pendidik agar ilmu yang disampaikan bisa bermanfaat kepada setiap murid.
Baca Juga: Prinsip Menuntut Ilmu: Tidak Pilih-pilih Guru dan Ambil Manfaat dari Manapun
Pertama, Kamilat Ahliyyatuh atau Profesional. Seorang pendidik harus memiliki keahlian yang sempurna. Itu berarti pendidik harus profesional, seperti ahli tafsir mengajar tafsir dan ahli fikih mengajar fikih.
Kedua, Tahaqqaqat Syafaqatu artinya penyayang. Pendidik harus memiliki sifat penyayang. Seorang murid tidak dianjurkan berguru kepada orang yang memiliki sifat pembenci, pemarah, suka melecehkan, hingga menjatuhkan. Dikhawatirkan, akhlak tercela itu justru turun kepada sang murid.
Pendidikan Islam memiliki prinsip menyebarluaskan nilai-nilai Islam, bukan hanya sekadar menghilangkan kebodohan semata. Sebab, ilmu akan mengantarkan manusia ke dalam kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
Pakar filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr Fahruddin Faiz dalam kanal youtube Ruang Berpikir memaparkan 7 kriteria pendidik yang berkualitas menurut KH Hasyim Asy'ari. Tujuh kriteria tersebut menjadi keharusan bagi setiap pendidik agar ilmu yang disampaikan bisa bermanfaat kepada setiap murid.
Baca Juga: Prinsip Menuntut Ilmu: Tidak Pilih-pilih Guru dan Ambil Manfaat dari Manapun
Pertama, Kamilat Ahliyyatuh atau Profesional. Seorang pendidik harus memiliki keahlian yang sempurna. Itu berarti pendidik harus profesional, seperti ahli tafsir mengajar tafsir dan ahli fikih mengajar fikih.
Kedua, Tahaqqaqat Syafaqatu artinya penyayang. Pendidik harus memiliki sifat penyayang. Seorang murid tidak dianjurkan berguru kepada orang yang memiliki sifat pembenci, pemarah, suka melecehkan, hingga menjatuhkan. Dikhawatirkan, akhlak tercela itu justru turun kepada sang murid.