Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Prinsip Menuntut Ilmu: Tidak Pilih-pilih Guru dan Ambil Manfaat dari Manapun

Muhajirin Rabu, 22 Desember 2021 - 19:19 WIB
Prinsip Menuntut Ilmu: Tidak Pilih-pilih Guru dan Ambil Manfaat dari Manapun
Ilustrasi seorang santri belajar mengaji (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Sejak turunnya wahyu pertama, Islam telah mendorong peningkatan literasi dan pendidikan. Ayat pertama yang turun kepada Baginda Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca. Allah Ta’ala berulang kali menekankan pentingkan pendidikan dalam Al-Qur’an.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang telah diberi pengetahuan.” (QS Al-Mujadilah: 11).

“Dan jangan tergesa-gesa (wahai Muhammad) dengan Al-Qur’an sebelum wahyu itu selesai bagimu, dan katakana, “Tuhanku! Tingkatkan aku dalam pengetahuan.” (QS Taha: 114).

Perintah menuntut ilmu itu telah mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Seperti penelitian ilmiah, membuka lingkaran belajar, pemanfaatan sumber daya masyarakat, pendekatan pemecahan masalah, bercerita dan pendidikan gratis.

Ada satu prinsip penting yang harus dipahami oleh setiap muslim dalam menuntut ilmu. Hal itu disampaikan cicit Rasulullah SAW Ali Zainal Abidin, dia berkata seseorang harus duduk bermajelis di mana dia mendapatkan manfaat.

Baca Juga: 4 Karakteristik Pendidikan Islam yang Membuatnya Lebih Unggul dari yang Lain

Menurut pakar sejarah Islam, Ustadz Asep Sobari, pernyataan Ali Zainal Abidin itu merupakan prinsip yang sangat penting. Jadi, hal yang menjadi permasalahan adalah bukan berguru kepada siapa, tapi duduk dengan orang yang seberapa besar memberikan manfaat.

“Ini merupakan salah satu penawar dari fanatisme dalam mencari ilmu. Seorang murid yang benar-benar ingin mendapatkan keberkahan ilmu, ingin luas ilmunya, maka dia bisa mengambil manfaat dari bidang-bidang spesifik yang dimiliki setiap gurunya. Dengan begitu dia akan menjadi hebat,” kata Ustadz Asep Sobari dalam sebuah kajian di kanal youtube Masjid Al-Irsyad TV, dikutip Rabu (22/12/2021).

Ketika ada seorang ilmuwan atau guru yang memiliki spesifikasi di bidang keilmuan tertentu, berarti ia merupakan spesialis. Terlebih jika bidang keilmuan itu tidak dimiliki oleh banyak orang.

“Ketika seseorang punya ilmu yang tidak dimiliki oleh banyak orang, berarti ini spesial, maka siapapun dia saya harus mengejar sisi yang spesial dari guru ini. karena masalahnya di situ, manfaatnya dari situ,” ucapnya.

Prinsip ini menjadi salah satu cara agar tidak bersikap fanatik pada satu guru saja. Sudah sewajarnya seorang penuntut ilmu membuka diri untuk belajar kepada siapa saja, jika yang disampaikan adalah kebenaran.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)