Larangan Berkumpul dengan Kaum yang Olok-olok Agama Islam
Fajar adhitya
Kamis, 23 Desember 2021 - 19:41 WIB
Islam sangat memerhatikan seluruh aspek kehidupan seorang muslim, sampai siapa yang boleh dan tidak boleh jadi teman dekatnya. Foto: Langit7/iStock.
Islam merlarang seorang muslim berkumpul, duduk bersama orang-orang kafir dan munafik yang menghina syariat Allah. Allah melarang seroang muslim mendatangi tempat berkumpul mereka hingga menghentikan perbuatannya.
Larangan duduk bersama orang-orang yang mengolok-olok agama Islam dimaksudkan agar orang-orang kafir sadar bahwa tindakan mereka itu tidak disukai Allah dan kaum Muslimin. Pada sisi lain, bila Nabi atau kaum muslim tetap duduk bersama mereka, berarti seakan-akan menyetujui tindakan mereka itu.
Firman Allah dalam Surat Al An’am ayat 68:
وَاِذَا رَاَيْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۗ وَاِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرٰى مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.
Baca Juga:Tafsir Surat Al Ahzab Ayat 41: Anjuran Memperbanyak Dzikir
Dilansir Tafsir Kementerian Agama, larangan serupa juga tercantum dalam Surat An Nisa ayat 140. Ayat ini melalrang orang mukmin berkumpul atau berada dalam satu majelis dengan kaum munafik yang menghina agama dan hukum-hukumnya.
Larangan duduk bersama orang-orang yang mengolok-olok agama Islam dimaksudkan agar orang-orang kafir sadar bahwa tindakan mereka itu tidak disukai Allah dan kaum Muslimin. Pada sisi lain, bila Nabi atau kaum muslim tetap duduk bersama mereka, berarti seakan-akan menyetujui tindakan mereka itu.
Firman Allah dalam Surat Al An’am ayat 68:
وَاِذَا رَاَيْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۗ وَاِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرٰى مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.
Baca Juga:Tafsir Surat Al Ahzab Ayat 41: Anjuran Memperbanyak Dzikir
Dilansir Tafsir Kementerian Agama, larangan serupa juga tercantum dalam Surat An Nisa ayat 140. Ayat ini melalrang orang mukmin berkumpul atau berada dalam satu majelis dengan kaum munafik yang menghina agama dan hukum-hukumnya.