Gelar Seminar Kewirausahaan
Pertamina dan Omah Asa Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren
Mahmuda attar hussein
Ahad, 26 Desember 2021 - 13:05 WIB
Direktur Utama Pertamina Foundation, Agus Mashud. Foto: Langit7/Attar
Pertamina Foundation dan Omah Asa menggelar seminar kewirausahaan bagi kalangan pondok pesantren untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Seminar kewirausahaan dengan tema "Road to Jagoan Wirausaha (Jawara) Pesantren 2021 - 2022" itu dilangsungkan secara online melalui zoom meeting, pada Minggu (26/12).
Founder Omah Asa, Irfan Wahid mengatakan, Jawara Pesantren merupakan impian lama yang baru terealisasikan saat ini.
Baca juga: Bangun Kemandirian Pesantren, Ustadz dan Santrinya Sukses Kembangkan Bisnis Madu Kelulut
Dalam hal ini, Omah Asa sebagai hub kolaborasi kebaikan, bersama degan Pertamina Foundation berupaya menciptakan kemandirian ekonomi para santri dari lingkungan pesantren.
"Kami berupaya membuat kebaikan dalam hal kebangsaan, keagamaan, dan kewirausahaan. Di mana kewirausahaan menjadi dasar terselenggaranya seminar ini, dan berfokus pada pesantren yang berkenaan dengan isu keumatan," kata pria yang akrab disapa Gus Ipang ini.
Menurutnya, santri dari lingkungan pesantren harus memiliki kapasitas lebih. Artinya, tidak hanya mendalami ilmu agama, tapi juga berkaitan dengan pengetahuan akan kesejahteraan, dan memahami bisnis.
Seminar kewirausahaan dengan tema "Road to Jagoan Wirausaha (Jawara) Pesantren 2021 - 2022" itu dilangsungkan secara online melalui zoom meeting, pada Minggu (26/12).
Founder Omah Asa, Irfan Wahid mengatakan, Jawara Pesantren merupakan impian lama yang baru terealisasikan saat ini.
Baca juga: Bangun Kemandirian Pesantren, Ustadz dan Santrinya Sukses Kembangkan Bisnis Madu Kelulut
Dalam hal ini, Omah Asa sebagai hub kolaborasi kebaikan, bersama degan Pertamina Foundation berupaya menciptakan kemandirian ekonomi para santri dari lingkungan pesantren.
"Kami berupaya membuat kebaikan dalam hal kebangsaan, keagamaan, dan kewirausahaan. Di mana kewirausahaan menjadi dasar terselenggaranya seminar ini, dan berfokus pada pesantren yang berkenaan dengan isu keumatan," kata pria yang akrab disapa Gus Ipang ini.
Menurutnya, santri dari lingkungan pesantren harus memiliki kapasitas lebih. Artinya, tidak hanya mendalami ilmu agama, tapi juga berkaitan dengan pengetahuan akan kesejahteraan, dan memahami bisnis.