Langit7, Jakarta -
Pertamina Foundation dan Omah Asa menggelar seminar kewirausahaan bagi kalangan pondok pesantren untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Seminar kewirausahaan dengan tema "
Road to Jagoan Wirausaha (Jawara) Pesantren 2021 - 2022" itu dilangsungkan secara online melalui
zoom meeting, pada Minggu (26/12).
Founder Omah Asa, Irfan Wahid mengatakan, Jawara Pesantren merupakan impian lama yang baru terealisasikan saat ini.
Baca juga: Bangun Kemandirian Pesantren, Ustadz dan Santrinya Sukses Kembangkan Bisnis Madu KelulutDalam hal ini, Omah Asa sebagai hub kolaborasi kebaikan, bersama degan
Pertamina Foundation berupaya menciptakan kemandirian ekonomi para santri dari lingkungan pesantren.
"Kami berupaya membuat kebaikan dalam hal kebangsaan, keagamaan, dan kewirausahaan. Di mana kewirausahaan menjadi dasar terselenggaranya seminar ini, dan berfokus pada pesantren yang berkenaan dengan isu keumatan," kata pria yang akrab disapa Gus Ipang ini.
Menurutnya, santri dari lingkungan pesantren harus memiliki kapasitas lebih. Artinya, tidak hanya mendalami ilmu agama, tapi juga berkaitan dengan pengetahuan akan kesejahteraan, dan memahami bisnis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memacu pesantren dan lingkungannya untuk bisa memulai bisnis atau usaha.
Mengamini hal itu, Direktur Utama
Pertamina Foundation, Agus Mashud menambahkan, sekecil apa pun perubahan bagi lingkungan pesantren dapat membawa banyak keberkahan.
Baca juga: Pesantren An-Nawawi Tanara Banten Bakal Jadi Destinasi Wisata ReligiMelalui kewirausahaan, lanjut dia, para santri diharapkan dapat menjadi tokoh yang punya tanggung jawab dan membawa perubahan di tengah masyarakat.
"Kita ingin Jawara Pesantren menjadikan para santri sebagai pemain utama dalam kewirausahaan. Sehingga seminar ini diharapkan dapat menggairahkan para santri untuk bersemangat, terutama dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan ekonomi dari lingkungan pesantren," tambahnya.
Saat ini, pihaknya mengaku tengah mempersiapkan sebuah
platform yang nantinya akan menjadi wadah pengembangan unit bisnis pesantren.
Melalui
platform tersebut, kata dia, nantinya akan mempertemukan antara unit bisnis dengan investor potensial. Sehingga dapat mengembangkan sebuah unit bisnis yang lahir dari pesantren.
"Jadi kita support dalam konteks modal dan pengembangan program melalui ilmu wirausaha. Jadi unit bisnis dari pesantren akan bertemu dengan angle investor atau kumpulan dari investor potensial," tambahnya.
Baca juga: Kemenag Terus Dorong Kemandirian Pesantren, Susun Roadmap Hingga 2024(zul)