Booster Moderna dengan Vaksin Lengkap Sinovac Tingkatkan Antibodi Hingga 9,3 Kali
Muhammad rifai akif
Senin, 27 Desember 2021 - 15:27 WIB
Penyuntikan booster Moderna. Foto: Istimewa
Kabar baik datang lagi dari dunia medis. Sebuah penelitian yang dilakukan di Indonesia, menyatakan bahwa vaksin booster Moderna mampu meningkatkan antibodi sebanyak 9,3 kali lipat bagi mereka yang sudah pernah divaksin Sinovac sebanyak dua kali.
Penelitian dilakukan terhadap 304 peserta dengan rentang usia peserta kisaran 21-59 tahun. Terdiri dari 235 orang berjenis kelamin perempuan dan 69 orang berjenis kelamin laki-laki.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Empat Strategi Hadapi Varian Omicron
Penelitian ini pun telah disetujui oleh komite etik penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan komite etik penelitian Oxford Tropical.
Moderna merupakan booster vaksin Covid-19 yang telah disetujui di Indonesia. Booster ini pertama kali dikemukakan di masyarakat oleh Kemenkes untuk tenaga kesehatan yang kala itu kewalahan menghadapi serangan varian Delta yang mengganas pada akhir bulan Juni hingga Agustus 2021, melalui Surat Edaran HK.02.01/I/1919/2021.
Hanya saja, kekurangan dari penelitian ini adalah tidak dilakukannya tingkat efektivitas pencegahan terhadap serangan virus Covid-19, khususnya terhadap varian baru seperti Omicron.
Padahal jika ada hasil penelitiannya, maka akan mampu menenangkan masyarakat. Serta akan membuat masyarakat dengan sukarela untuk mencari vaksin booster untuk perlindungan dirinya.
Penelitian dilakukan terhadap 304 peserta dengan rentang usia peserta kisaran 21-59 tahun. Terdiri dari 235 orang berjenis kelamin perempuan dan 69 orang berjenis kelamin laki-laki.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Empat Strategi Hadapi Varian Omicron
Penelitian ini pun telah disetujui oleh komite etik penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan komite etik penelitian Oxford Tropical.
Moderna merupakan booster vaksin Covid-19 yang telah disetujui di Indonesia. Booster ini pertama kali dikemukakan di masyarakat oleh Kemenkes untuk tenaga kesehatan yang kala itu kewalahan menghadapi serangan varian Delta yang mengganas pada akhir bulan Juni hingga Agustus 2021, melalui Surat Edaran HK.02.01/I/1919/2021.
Hanya saja, kekurangan dari penelitian ini adalah tidak dilakukannya tingkat efektivitas pencegahan terhadap serangan virus Covid-19, khususnya terhadap varian baru seperti Omicron.
Padahal jika ada hasil penelitiannya, maka akan mampu menenangkan masyarakat. Serta akan membuat masyarakat dengan sukarela untuk mencari vaksin booster untuk perlindungan dirinya.