Resolusi Awal Tahun Bukan Tradisi Islam, Tapi Baik Dilakukan
Muhajirin
Sabtu, 01 Januari 2022 - 13:37 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pergantian tahun kerap menjadi momen seseorang membuat beberapa resolusi. Namun sebenarnya, resolusi tahun baru bukan termasuk tradisi atau ajaran dalam Islam.
Akan tetapi, sah-sah saja bagi seseorang jika ingin membuat resolusi. Sebab, resolusi merupakan bentuk upaya mencapai kehidupan lebih baik di tahun yang baru dari tahun sebelumnya. Terlebih jika resolusi itu merupakan hasil proses muhasabah atas kehidupan selama ini.
Dalam Islam, muhasabah merupakan salah bentuk yang diapresiasi oleh Rasulullah SAW. Itu termaktub dalam hadits baginda nabi yang diriwayatkan oleh al-Imam at-Tirmidzi.
"Orang cerdas ialah orang yang mengintrospeksi dirinya dan melakukan amal kebaikan sebagai bekal setelah mati, Sementara orang lemah ialah yang menuruti hawa nafsu dan mengangan-angankan sesuatu kepada Allah.
Jika berpatokan pada hadits di atas, maka resolusi seorang musim tak terbatas pada pencapaian duniawi semata. Seorang muslim perlu membuat target untuk meningkatkan kualitas ibadah pada tahun yang baru sebagai bekal akhirat.
Terlebih, tujuan hidup seorang muslim adalah mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ini sejalan dengan firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Qashash ayat 77.
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Akan tetapi, sah-sah saja bagi seseorang jika ingin membuat resolusi. Sebab, resolusi merupakan bentuk upaya mencapai kehidupan lebih baik di tahun yang baru dari tahun sebelumnya. Terlebih jika resolusi itu merupakan hasil proses muhasabah atas kehidupan selama ini.
Dalam Islam, muhasabah merupakan salah bentuk yang diapresiasi oleh Rasulullah SAW. Itu termaktub dalam hadits baginda nabi yang diriwayatkan oleh al-Imam at-Tirmidzi.
"Orang cerdas ialah orang yang mengintrospeksi dirinya dan melakukan amal kebaikan sebagai bekal setelah mati, Sementara orang lemah ialah yang menuruti hawa nafsu dan mengangan-angankan sesuatu kepada Allah.
Jika berpatokan pada hadits di atas, maka resolusi seorang musim tak terbatas pada pencapaian duniawi semata. Seorang muslim perlu membuat target untuk meningkatkan kualitas ibadah pada tahun yang baru sebagai bekal akhirat.
Terlebih, tujuan hidup seorang muslim adalah mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ini sejalan dengan firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Qashash ayat 77.
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ