Teknik Pengemasan Produk Pangan, Rahasia Sukses Pemasaran Produk
Mahmuda attar hussein
Ahad, 02 Januari 2022 - 14:30 WIB
Kemasan produk pangan. Foto: Langit7
Kemasan memiliki peran penting dalam kesuksesan pemasaran suatu produk pangan. Tidak hanya menarik, kemasan juga harus aman dan mampu melindungi produk pangan dari berbagai gangguan fisik, kimia, dan mikrobiologi.
Heru Sumaryanto, Koordinator Program Penguatan Unit Usaha Kecil dan Menengah Produk Agroindustri (PPUKM) IPB University menyebutkan, kemasan harus memenuhi harapan konsumen pada pangan yang dihasilkan. Menurutnya, kemasan berfungsi menjamin pangan terbebas dari bahaya mikrobiologis, kimia, dan fisik.
Lebih lanjut ia menerangkan, pengemasan ini diperlukan karena terdapat potensi bahaya yang ditimbulkan dalam rantai pangan mulai dari proses pembuatan hingga konsumen. Bahaya ini dapat muncul akibat migrasi bahan berbahaya dari kemasan ke pangan yang dikemas.
Baca juga: Wajib Punya, 5 Jenis Kemasan Makanan yang Ramah Lingkungan
Oleh karena itu, katanya, hal tersebut menjadi poin penting dalam pemilihan kemasan dan teknik pengemasan. Kemasan pangan harus memenuhi ketentuan dan regulasi produksi pangan agar tidak mencemari produk yang dikemas.
“Hal yang menjadi perhatian utama kita adalah kemasan itu bersinggungan langsung dengan bahan yang kita kemas yakni kemasan primer,” sebutnya, seperti dimuat dalam keterangan tertulis IPB, Minggu (2/1/2022).
Heru melanjutkan, pengemasan pangan harus mematuhi kaidah CPMB atau Cara Pengemasan Makanan yang Baik. Dengan demikian, produk tidak mengalami penurunan mutunya. Ia juga menyarankan untuk menghindari re-packing karena adanya kemungkinan bahaya yang ditimbulkan.
Heru Sumaryanto, Koordinator Program Penguatan Unit Usaha Kecil dan Menengah Produk Agroindustri (PPUKM) IPB University menyebutkan, kemasan harus memenuhi harapan konsumen pada pangan yang dihasilkan. Menurutnya, kemasan berfungsi menjamin pangan terbebas dari bahaya mikrobiologis, kimia, dan fisik.
Lebih lanjut ia menerangkan, pengemasan ini diperlukan karena terdapat potensi bahaya yang ditimbulkan dalam rantai pangan mulai dari proses pembuatan hingga konsumen. Bahaya ini dapat muncul akibat migrasi bahan berbahaya dari kemasan ke pangan yang dikemas.
Baca juga: Wajib Punya, 5 Jenis Kemasan Makanan yang Ramah Lingkungan
Oleh karena itu, katanya, hal tersebut menjadi poin penting dalam pemilihan kemasan dan teknik pengemasan. Kemasan pangan harus memenuhi ketentuan dan regulasi produksi pangan agar tidak mencemari produk yang dikemas.
“Hal yang menjadi perhatian utama kita adalah kemasan itu bersinggungan langsung dengan bahan yang kita kemas yakni kemasan primer,” sebutnya, seperti dimuat dalam keterangan tertulis IPB, Minggu (2/1/2022).
Heru melanjutkan, pengemasan pangan harus mematuhi kaidah CPMB atau Cara Pengemasan Makanan yang Baik. Dengan demikian, produk tidak mengalami penurunan mutunya. Ia juga menyarankan untuk menghindari re-packing karena adanya kemungkinan bahaya yang ditimbulkan.