LANGIT7.ID - - Sampah plastik masih menjadi pekerjaan rumah tangga bagi dunia, tak terkecuali di Indonesia. Mayoritas sampah plastik yang ada saat ini, berasal dari kemasan makanan. Bayangkan, Sekitar 60% dari semua plastik yang diproduksi di seluruh dunia digunakan untuk kemasan makanan.
Itu berarti bahwa dari 380 juta metrik ton plastik yang diproduksi pada tahun 2015, 228 juta metrik ton adalah kemasan makanan saja.
Karena dampak lingkungan dan kesehatan manusia dari kemasan plastik yang tidak dapat terurai, banyak orang berjuang untuk secara drastis mengurangi produksi plastik dan meningkatkan daur ulang. Serta mempromosikan kemasan makanan yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: Cara Sederhana Kurangi Sampah Plastik untuk Selamatkan BumiArtikel ini menjelaskan perlunya kemasan makanan ramah lingkungan dengan mencantumkan 5 jenis untuk dicoba.
Mengapa kemasan makanan berkelanjutan itu penting?
Usaha mengurangi sampah plastik dengan tidak menggunakan kantong plastik saat belanja di supermarket, bukanlah cara yang efektif. Jika masih banyak kemasan makanan berbentuk plastik.
Selain itu, produksi plastik kemasan makanan menggunakan bahan kimia dan banyak ditemukan bahan non-intentionally Added Substances (NIAS). Bahan kimia ini menimbulkan toksisitas dan risiko gangguan endokrin pada manusia.
Pilihan kemasan makanan berkelanjutan
Untuk menekan risiko tadi, berikut 5 pilihan kemasan makanan yang ramah lingungan juga untuk kesehatan Anda, seperti dikutip dari laman Healthline:
1. Tempat makan berbahan kaca
![Wajib Punya, 5 Jenis Kemasan Makanan yang Ramah Lingkungan]()
Kaca memiliki banyak sekali kegunaan dan manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah sebagai tempat makanan.
Ini adalah bahan yang dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, dan tahan lama. Kaca juga mudah dibersihkan dan digunakan sebagai kemasan makanan yang dapat dibawa kemana-mana.
Namun, tutup kaca tidak bebas bocor, membuatnya tidak ideal untuk wadah portabel untuk dibawa ke kantor atau sekolah atau jalan-jalan. Oleh karena itu, sebagian besar wadah makanan kaca yang dapat dibawa ini tetap menggunakan tutup plastik snap-locking dengan segel silikon atau tutup bambu yang berfungsi ganda sebagai talenan portabel.
2. Kemasan berbahan stainless steel
![Wajib Punya, 5 Jenis Kemasan Makanan yang Ramah Lingkungan]()
Stainless steel pada kemasan makanan memiliki kualitas tahan lama, bebas karat, dan tahan panas. Menjadikannya pilihan yang aman untuk penyimpanan makanan. Ini juga dapat digunakan kembali dan dapat didaur ulang.
Sebagian besar kemasan stainless steel menggunakan silikon untuk membuatnya bebas bocor, baik melalui segel silikon dengan klip baja yang dapat dikunci atau tutup silikon berwarna-warni, bebas BPA, dan aman untuk makanan.
3. Kemasan berbahan dasar bambu
![Wajib Punya, 5 Jenis Kemasan Makanan yang Ramah Lingkungan]()
Bambu dapat terurai secara alami saat tidak digunakan lagi dan memiliki banyak sifat yang diinginkan untuk kemasan makanan, karena tahan lama dan tahan panas.
Kemasan makanan berbahan bambu mungkin secara biaya akan lebih mahal, namun kemasan ini bisa digunakan kembali sebelum akhirnya rusak dan dibuang. Kemasan berbahan bambu juga memiliki nilai estetika yang tinggi dibanding dengan bahan lain.
Perlu diingat bahwa wadah makanan yang terbuat dari bambu atau serat tumbuhan lainnya kurang tahan lama dibandingkan dengan kaca atau baja tahan karat dan bambu lebih mudah aus.
4. Kemasan berbahan sekam padi![Wajib Punya, 5 Jenis Kemasan Makanan yang Ramah Lingkungan]()
Sekam padi merupakan produk sampingan dari pertanian padi yang berbiaya rendah, terbarukan, dan biodegradable. Dalam sebuah penelitian, sekam padi terbukti memiliki sifat bio-adsorben, yang berarti dapat menyerap polutan dari lingkungan sekitarnya.
Kemasan yang dibuat dari sekam padi ini termasuk kotak makan siang yang dapat ditutup rapat dan mangkuk saji yang anti pecah.
5. Kemasan berbahan film gelatinBanyak yang masih belum terlalu akrab di telinga dengan kemasan berbahan film gelatin. Namun jenis kemasan ini menjadi lebih populer untuk kemasan makanan karena sifatnya yang tidak beracun, biaya rendah, dan kapasitas pembentukan film yang andal.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), gelatin umumnya diakui aman (GRAS) sebagai bahan tambahan makanan.
Baca juga: Ikut Kurangi Sampah Plastik, Mulai dari Diri Sendiri dengan Cara IniFilm gelatin diisi dengan selulosa antimikroba, yang menghambat pertumbuhan patogen umum yang menyebabkan penyakit bawaan makanan, termasuk Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pengisi aktif ini membuat film gelatin alternatif yang lebih aman daripada plastik konvensional.
(est)