Memahami Dosa Syirik dan Jenis-jenisnya
Muhajirin
Senin, 03 Januari 2022 - 09:36 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Syirik atau menyekutukan Allah Ta'ala merupakan dosa terbesar dalam Islam. Secara definisi, syirik berasal dari bahasa Arab yang artinya perbuatan atau iktikad menyekutukan Allah dengan dzat lain.
Syirik juga berarti penyandaran suatu perbuatan kepada selain Allah Ta'ala. Jika seseorang menganggap suatu kejadian atau perbuatan dapat terjadi secara mandiri tanpa campur tangan Allah atau disandarkan kepada zat lain, maka ia sudah jatuh ke dosa syirik.
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali pelaku taubat nasuha, menyesali tindakan syiriknya, dan tidak lagi mengulangi lagi perbuatan tersebut. Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa: 48).
Baca Juga: Adopsi Boneka Spirit Doll Termasuk Syirik, Dosa Bisa Tidak Diampuni
Syirik juga berarti penyandaran suatu perbuatan kepada selain Allah Ta'ala. Jika seseorang menganggap suatu kejadian atau perbuatan dapat terjadi secara mandiri tanpa campur tangan Allah atau disandarkan kepada zat lain, maka ia sudah jatuh ke dosa syirik.
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali pelaku taubat nasuha, menyesali tindakan syiriknya, dan tidak lagi mengulangi lagi perbuatan tersebut. Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa: 48).
Baca Juga: Adopsi Boneka Spirit Doll Termasuk Syirik, Dosa Bisa Tidak Diampuni