Khazanah Islam di Nusantara
Lingsir Wengi Bukan Lagu Horor tapi Tembang Dakwah Sunan Kalijaga, Ini Makna Aslinya
Muhajirin
Selasa, 04 Januari 2022 - 19:29 WIB
Ilustrasi Sunan Kalijaga (foto: langit7.id)
Lingsir wengi sering dipersepsikan sebagai lagu horor untuk mengundang makhluk halus. Padahal ia justru merupakan lagu penolak godaan setan, bahkan menjadi seni dalam mensyiarkan agama Islam di Tanah Jawa.
Lingsir wengi merupakan salah satu lagu gending jawa yang menggunakan pakem macapat. Pakem macapat terdiri dari 11 pakem, salah satunya pakem durma yang dipakai dalam lagu lingsir wengi.
Lagu ini sempat menjadi lagu populer ketika digunakan sebagai backsound sebuah film Indonesia yaitu serial Kuntilanak. Film itu menyajikan film horor. Pada waktu tertentu, lagu itu dilarang dinyanyikan karena dianggap mengundang kuntilanak.
Dari film itu timbul makna negatif dari masyarakat tentang lagu ini. Padahal sejarah dari lagu ini begitu baik dan patut diketahui.
Lagu lingsir wengi merupakan lagu yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Ia lahir sekitar tahun 1450 M dengan nama kecil Raden Said. Sunan Kalijaga adalah salah satu Walisongo yang menyebarkan ajaran Islam dengan media budaya jawa, seperti wayang kulit, seni ukir, gamelan dan yang lain.
Baca Juga:Budaya Bukan Sekadar Seni Tradisional tapi Sarana Mengasah Potensi Kemanusiaan Jadi Insan Kamil
"Durmo lingsir wengi merupakan arti lagu penolak mahluk halus, namun masyarakat salah mengartikan menjadi pengundang makhluk halus. Lagu lingsir wengi diciptakan sebagai penolak bala godaan mahluk halus," kata Fajar Dwi Putra dalam Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, dikutip Selasa (4/1/2022).
Lingsir wengi merupakan salah satu lagu gending jawa yang menggunakan pakem macapat. Pakem macapat terdiri dari 11 pakem, salah satunya pakem durma yang dipakai dalam lagu lingsir wengi.
Lagu ini sempat menjadi lagu populer ketika digunakan sebagai backsound sebuah film Indonesia yaitu serial Kuntilanak. Film itu menyajikan film horor. Pada waktu tertentu, lagu itu dilarang dinyanyikan karena dianggap mengundang kuntilanak.
Dari film itu timbul makna negatif dari masyarakat tentang lagu ini. Padahal sejarah dari lagu ini begitu baik dan patut diketahui.
Lagu lingsir wengi merupakan lagu yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Ia lahir sekitar tahun 1450 M dengan nama kecil Raden Said. Sunan Kalijaga adalah salah satu Walisongo yang menyebarkan ajaran Islam dengan media budaya jawa, seperti wayang kulit, seni ukir, gamelan dan yang lain.
Baca Juga:Budaya Bukan Sekadar Seni Tradisional tapi Sarana Mengasah Potensi Kemanusiaan Jadi Insan Kamil
"Durmo lingsir wengi merupakan arti lagu penolak mahluk halus, namun masyarakat salah mengartikan menjadi pengundang makhluk halus. Lagu lingsir wengi diciptakan sebagai penolak bala godaan mahluk halus," kata Fajar Dwi Putra dalam Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, dikutip Selasa (4/1/2022).