Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita
Khazanah Islam di Nusantara

Lingsir Wengi Bukan Lagu Horor tapi Tembang Dakwah Sunan Kalijaga, Ini Makna Aslinya

Muhajirin Selasa, 04 Januari 2022 - 19:29 WIB
Lingsir Wengi Bukan Lagu Horor tapi Tembang Dakwah Sunan Kalijaga, Ini Makna Aslinya
Ilustrasi Sunan Kalijaga (foto: langit7.id)
LANGIT7.ID - Lingsir wengi sering dipersepsikan sebagai lagu horor untuk mengundang makhluk halus. Padahal ia justru merupakan lagu penolak godaan setan, bahkan menjadi seni dalam mensyiarkan agama Islam di Tanah Jawa.

Lingsir wengi merupakan salah satu lagu gending jawa yang menggunakan pakem macapat. Pakem macapat terdiri dari 11 pakem, salah satunya pakem durma yang dipakai dalam lagu lingsir wengi.

Lagu ini sempat menjadi lagu populer ketika digunakan sebagai backsound sebuah film Indonesia yaitu serial Kuntilanak. Film itu menyajikan film horor. Pada waktu tertentu, lagu itu dilarang dinyanyikan karena dianggap mengundang kuntilanak.

Dari film itu timbul makna negatif dari masyarakat tentang lagu ini. Padahal sejarah dari lagu ini begitu baik dan patut diketahui.

Lagu lingsir wengi merupakan lagu yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Ia lahir sekitar tahun 1450 M dengan nama kecil Raden Said. Sunan Kalijaga adalah salah satu Walisongo yang menyebarkan ajaran Islam dengan media budaya jawa, seperti wayang kulit, seni ukir, gamelan dan yang lain.

Baca Juga: Budaya Bukan Sekadar Seni Tradisional tapi Sarana Mengasah Potensi Kemanusiaan Jadi Insan Kamil

"Durmo lingsir wengi merupakan arti lagu penolak mahluk halus, namun masyarakat salah mengartikan menjadi pengundang makhluk halus. Lagu lingsir wengi diciptakan sebagai penolak bala godaan mahluk halus," kata Fajar Dwi Putra dalam Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, dikutip Selasa (4/1/2022).

Persepsi yang demikian sudah mewabah di masyarakat, khususnya masyarakat Jawa. Film Kuntilanak menjadikan persepsi tentang lagu ini semakin keluar dari jalur atau anomali. Banyak yang belum memahami makna asli dari syair lagu Lingsir wengi.

Lingsir Wengi sebagai Syiar Islam

Sejarah mengatakan, tidak ada kata dalam syair lagu “Lingsir Wengi” yang mengarah kepada pemanggilan roh halus. Ini hanya persepsi masyarakat saja yang dibentuk karena melihat film kuntilanak. Terbukti, sebelum ada film kuntilanak, persepsi masyarakat Jawa tidak seperti sekarang ini.

Dalam jurnal tersebut, Fajar menjelaskan, tembang tersebut bukanlah berjudul lingsir wengi. Judul aslinya adalah Kidung Rumekso ing wengi.

Baca Juga: Lajnah Turost Pamerkan Karya Intelektual Syaikhona Kholil Bangkalan

Dalam sebuah wawancara, Fajar mengatakan Rumekso adalah lawan kata dari terpaksa, berarti ikhlas. Sedangkan malam adalah malam, sehingga jika digabungkan menjadi ikhlas di tengah malam.

Arti kata 'menjelang tengah malam' dalam lagu itu adalah manusia disarankan untuk siap-siap menyambut datangnya sepertiga malam atau tahajud. Penggunaan kata 'tengah malam' itu merujuk pada kebiasaan Walisongo yang berdzikir sebelum shalat tahajud.

Dalam liriknya, ada bait yang bermakna “tergoda bayangMu didalam hatiku pemulanya” adalah Sunan Kalijaga selalu mengingat Allah, dan bayang-bayangNya selalu menghiasi wajahnya.

"Hati pemulanya" berarti sebuah hati manusia yang tidak tau apa-apa dan hanya Allah sumber ilmu untuk hidup di dunia. Maka Sunan Kalijaga menuliskannya dengan kata pemula atau awal atau bayi.

Pada bait kedua lagu tersebut juga sarat makna. Bait itu diterjemahkan sebagai seseorang yang awalnya tidak bermaksud apa-apa tidak mengira akan menjadi “kekasih” yang dituju, yaitu Allah. Menjadi orang yang paling dekat dengan Allah akan berdampak pada sakit cinta (atau ketergantungan).

"Ketika itu tidak terjadi maka manusia akan bergantung kepada siapa? Hanya kepada Allah saja manusia itu kembali dan menyembah. Arti dari syair ini sama dengan ayat ke lima dalam surat Al-Fatihah, 'hanya Engkaulah yang kami sembah , dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.'," kata Fajar.

Sunan Kalijaga mengutip ayat 5 Surah Al-Fatihah untuk memberikan penekanan manusia wajib melaksanakan shalat lima waktu. Itulah makna dari agama Islam karena Nabi Muhammad dalam Isra' dan mi'raj menerima perintah sholat lima waktu.

"Lalu diterjemahkan kedalam syair lagu yang difilsafatkan dari ayat ke-lima surat Al-Fatihah. Kata siang dan malam yang saya cinta jangan lupakan aku janjinya kuharap tak diingkari maksudnya adalah setiap hari Sunan Kalijaga menyarankan agar manusia selalu ingat kepada Allah, dan berharap Allah tidak melupakannya di dunia," tutur Fajar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)