LANGIT7.ID, Jakarta - Lajnah Turost Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan menggelar pameran sejarah dan turots (karya intelektual) Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Pameran berskala nasional ini diselenggarkakan di Masjid Syaikhona Kholil, Mertajasah, Madura, Jawa Timur.
Pameran sejarah dan turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan berlangsung selama tiga hari sejak Rabu sampai hari ini, Jumat 26 November 2021. Selain pameran, juga dilaksanakan Pertemuan Filolog Pesantren Nusantara 2021 yang digagas oleh Komunitas Filolog Pesantren di Indonesia.
“Pameran ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan kepedulian pada filologi berbasis Turots Islam dan Pesantren serta membangun kesadaran kolektif atas signifikansi peran peradaban Islam dan pesantren di Indonesia dalam skala lokal sampai global,” dikutip keterangan pers Lajnah Turost Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, Jumat (26/11/2021).
Baca Juga: Dr Tirta Berikan Tips pada UMK agar Menang dari PandemiAgenda ini menampilkan sejumlah jejak sejarah dan peninggalan turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Beberapa di antaranya adalah catatan Syaikhona Mohammad Kholil sejak 1930an seperti, tasrif izzi, alminah, rotib syaikhona kholil, nahwu tingkat dasar hingga lanjutan.
Kemudian, pertemuan Filolog Pesantren Nusantara 2021 yang dikemas dengan Focus Group Disscussion dengan kajian mendalam tentang khazanah manuskrip pesantren berkaitan dengan eksistensi dan keberlanjutan untuk peradaban.
Pameran ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat perjuangan dalam membumikan dan mendakwahkan Islam di Indonesia kepada generasi saat ini dan selanjutnya. Menyebarluaskan dan meneladani etos dan metode perjuangan para leluhur dalam membumikan Islam di Indonesia.
Baca Juga: Mahasiswa UI Raih Juara Pertama Lomba Cipta Puitisasi Alquran"Syaikhona Muhammad Kholil tidak hanya terkenal ulama karismatik, namun juga meninggalkan karya-karya ilmiah yang sudah ditulisnya. Pameran ini untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan para leluhur dalam membumikan dan mendakwahkan Islam di Indonesia," kata Bupati Bangkalan Ra Latif saat membuka acara, Rabu (24/11/2021).
Pada kesempatan sama, Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Mohammad Kholil Demangan Bangkalan, KH Nasih Aschal mengatakan, pameran dilaksanakan juga sebagai pertemuan filolog pesantren se-Nusantara yaitu para ahli sanat dan sejarah.
Baca Juga: Hebat, Para Ulama Ini Tak Hanya Kiai tapi juga ProfesorMenurut dia, ahli sanad di Indonesia masih sangat minim, sehingga dengan pertemuan filolog se Nusantara bisa memperkaya sejarah berdirinya bangsa Indonesia dari masa penjajahan.
“Karena dalam temuan toruts Syaikhona Mohammad Kholil sudah melahirkan dan mempertemukan ulama dan tokoh besar bagi bangsa Indonesia," kata Ra Nasih.
Adapun pameran jejak sejarah meliputi kondisi geo sosial-budaya-politik pada akhir abad 19 dan awal abad 20, sejarah Syaikhona Muhammad Kholil saat kecil, jejak guru-guru Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan (periode Madura, Jawa dan Makkah), jejaring murid Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan di Nusantara.
Baca Juga: Mengenal Ragam Kurikulum Internasional yang Diterapkan di Indonesia(zhd)