LANGIT7.ID, Jakarta - Kurikulum menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung proses belajar-mengajar. Kurikulum yang terstruktur dengan baik akan memudahkan para pendidik dan siswa menyampaikan serta menyerap pelajaran.
Sistem pembelajaran di Indonesia masih mengacu pada pendidikan formal dan akademik. Dalam pelaksanaan pembelajaran, pendidik masih menjadikan angka dan target kuantitatif sebagai acuan atau standar keberhasilan. Sistem tersebut mengacu pada Kurikulum 2013 (K-13) dan menjadi Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Namun, ada sejumlah instansi pendidikan, terutama swasta, di Indonesia yang menggunakan kurikulum internasional. Kurikulum itu dianggap sesuai kebutuhan anak masa kini yang akan berperan di kancah internasional.
Berikut 3 Kurikulum Internasional yang diterapkan di Indonesia:
1. Cambridge InternationalCambridge Curriculum International bertujuan untuk menciptakan generasi yang siap dalam persaingan global. Kurikulum ini merupakan kurikulum internasional yang diciptakan di Inggris di bawah naungan Universitas Cambridge.
Penggunaan kurikulum ini sudah diakui di dunia internasional, terutama sekolah-sekolah yang bertaraf internasional. Kurikulum ini memiliki keunggulan membentuk siswa agar menguasai kompetensi global.
Selain itu ada beberapa keunggulan lain seperti siswa mampu berbahasa Inggris dengan fasih, berpikir luas dan memiliki cara pandang internasional, mendapatkan pendidikan terbaru dan modern, serta kesempatan kuliah di kampus terbaik dunia.
Melalui kurikulum ini, siswa diajarkan berpikir kritis dan analitis. Mereka juga diajarkan mengenai presentasi hingga menyelesaikan sebuah masalah. Dengan begitu, para siswa diharapkan mampu berbicara di depan publik dan percaya diri.
2. MontessoriKurikulum ini tidak diterapkan pada semua jenjang pendidikan, hanya terbatas pada pra-sekolah dan sekolah dasar. Penekanan kurikulum ini lebih mengacu pada aktivitas pengembangan dan pengarahan diri pada anak. Anak ditekankan pada kemandirian dan keaktifan dengan konsep pembelajaran langsung melalui praktik dan permainan kolaboratif.
Pada perkembangan itu, anak atau peserta didik akan mendapatkan pengamatan dari pendidik. Metode ini juga mempertimbangkan pada penyesuaian diri anak-anak atau peserta didik pada lingkungan belajar mereka.
Tentu, hal itu disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Termasuk pula aktivitas fisik saat mereka menyerap konsep akademis maupun keterampilan dari praktik yang diarahkan pengajar.
3. International Baccalaureate (IB)IB telah mendapatkan izin dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk dijalankan di Indonesia. sekolah internasional hanya disyaratkan untuk wajib mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Agama sesuai standar yang dimiliki Indonesia.
IB Curriculum merupakan akronim dari International Baccalaureate. Kurikulum ini resmi digunakan di Jenewa, Swiss pada era 1960-an. Tujuan dari kurikulum ini ialah mendorong peserta didik untuk lebih kreatif, mengembangkan kemampuan emosi, intelektual dan sosialnya.
Pada kurikulum IB ini, para siswa atau anak-anak ditekankan pada pengembangan program agar anak menjadi aktif dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Para siswa juga diajarkan berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar.
(jqf)