home global news

Toko Senjata Api Tolak Perempuan Berhijab Pakai Area Tembak

Rabu, 05 Januari 2022 - 20:31 WIB
Area tembak untuk latihan menembak. Foto: LANGIT7/iStock
Sebuah toko senjata api dan area tembak di pinggiran kota Kansas City memaksa wanita muslim untuk melepas jilbabnya bila ingin menggunakan area tembak tersebut. Atas penolakan dari toko senjata tersebut, Dewan Hubungan Amerika-Islam dan firma hukum Baldwin & Vernon in Independence menggugat Frontier Justice di Lee's Summit atas tindakan diskriminatif pada Selasa, (4/1/2022).

Rania Barakat dan suaminya pergi ke Frontier Justice pada 1 Januari 2020, untuk menembak dari area tembak tersebut. Menurut gugatan itu, Barakat tidak diizinkan untuk menggunakan area tersebut kecuali dia melepas jilbabnya.

Baca juga: Bermain Sepak Bola dengan Hijab, Muslimah Ini Ungkap Tantangannya

Pejabat Frontier Justice mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook bahwa aturan berpakaian, yang telah berlaku sejak toko dibuka pada tahun 2015, dirancang untuk melindungi orang agar tidak terbakar oleh kuningan yang dikeluarkan dan tidak diskriminatif.

Rentang senjata mengharuskan penembak untuk melepas semua penutup kepala kecuali topi baseball menghadap ke depan. Seorang manajer toko menjelaskan bahwa pecahan peluru dapat menyebabkan jilbab dan kulit terbakar.

Dalam gugatannya, pasangan tersebut mengatakan kepada manajer bahwa mereka telah menggunakan beberapa lapangan tembak lain tanpa masalah yang disebabkan oleh jilbab. Juga orang-orang mengenakan baju lengan panjang dan kemeja yang menutupi leher mereka untuk melindungi mereka dari pecahan peluru.

Manajer mengatakan area tembak memiliki aturan yang berbeda, menurut gugatan itu. Pasangan itu meninggalkan toko setelah manajer menjadi "agresif dan keras," tuduhan gugatan itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
hijab area tembak gugatan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya