The Daughter of War, Kisah Haru Tentara Turki dan Gadis Cilik Korea
Dwitisya Rizky Desindatika
Kamis, 22 Juli 2021 - 13:05 WIB
Foto adegan Suleyman dan Ayla dalam The Daughter of War besutan sutradara Turki. Foto: screenshot Netflix/The Daughter of War
Pengguna aplikasi Tiktok beberapa hari belakangan dibuat haru dengan cuplikan-cuplikan film yang mengisahkan tentang seorang tentara Turki yang mengasuh gadis kecil dari Korea Selatan.
Film yang tayang di Netflix ini sangat menyentuh, membuat netizen banjir air mata karena jalur ceritanya.
Berjudul “Ayla: The Daughter of War”, film yang dirilis tahun 2017 ini diangkat dari kisah nyata Ayla gadis kecil sebatang karang yang diasuh oleh tentara Turki pada 1950, saat perang saudara di Korea Selatan (Korsel). Film ini dibintangi oleh aktor Turki dan Korsel bernama Ismail Haciouglu, sebagai Suleyman dan Kim Seol, sebagai Ayla.
Kisah ini diawali dari Suleyman Dilbirligi, seorang tentara Turki yang ditugaskan membantu perang saudara di Korsel pada tahun 1950 bersama dengan pasukan Turki lainnya. Saat hendak mengejar musuh, Suleyman yang berpangkat sersan bersama pasukan berjalan ke sebuah desa.
Ia bertemu dengan sorang gadis berusia lima tahun yang lolos dari pembantaian. Si gadis cilik menangis sambil menggenggam tangan ibundanya yang meninggal.
Suleyman pun membawa gadis itu ke markas dan menamainya “Ayla” yang berarti bulan. Setelah melalui hari-hari bersama gadis cilik itu saat perang, masa tugas Suleyman di negeri ginseng selesai, ia harus kembali ke Turki bersama tentara lainnya.
Tak ingin berpisah dengan Ayla, Suleyman menggunakan beberapa cara agar bisa membawa Ayla agar bisa ikut pulang bersamanya. Upanya sia-sia. Peraturan tidak membolehkannya. Ayla pun dititipkan ke sebuah panti asuhan dan Suleyman kembali ke negara asalnya.
Film yang tayang di Netflix ini sangat menyentuh, membuat netizen banjir air mata karena jalur ceritanya.
Berjudul “Ayla: The Daughter of War”, film yang dirilis tahun 2017 ini diangkat dari kisah nyata Ayla gadis kecil sebatang karang yang diasuh oleh tentara Turki pada 1950, saat perang saudara di Korea Selatan (Korsel). Film ini dibintangi oleh aktor Turki dan Korsel bernama Ismail Haciouglu, sebagai Suleyman dan Kim Seol, sebagai Ayla.
Kisah ini diawali dari Suleyman Dilbirligi, seorang tentara Turki yang ditugaskan membantu perang saudara di Korsel pada tahun 1950 bersama dengan pasukan Turki lainnya. Saat hendak mengejar musuh, Suleyman yang berpangkat sersan bersama pasukan berjalan ke sebuah desa.
Ia bertemu dengan sorang gadis berusia lima tahun yang lolos dari pembantaian. Si gadis cilik menangis sambil menggenggam tangan ibundanya yang meninggal.
Suleyman pun membawa gadis itu ke markas dan menamainya “Ayla” yang berarti bulan. Setelah melalui hari-hari bersama gadis cilik itu saat perang, masa tugas Suleyman di negeri ginseng selesai, ia harus kembali ke Turki bersama tentara lainnya.
Tak ingin berpisah dengan Ayla, Suleyman menggunakan beberapa cara agar bisa membawa Ayla agar bisa ikut pulang bersamanya. Upanya sia-sia. Peraturan tidak membolehkannya. Ayla pun dititipkan ke sebuah panti asuhan dan Suleyman kembali ke negara asalnya.