Amer Ghalib dan Muslim Lain menjadi Pemerintah Kota di AS
Muhajirin
Kamis, 06 Januari 2022 - 17:03 WIB
Amer Ghalib Berpidato sebagai Walikota Hamtramck (foto: Detroit news) (foto: The Detroit News)
Kota Hamtramck di Michigan, Amerika Serikat, mungkin masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Wajar saja, kota itu tak sepopuler New York atau California. Namun, di kota ini, sejarah baru AS tercipta.
Hamtramck, kotamadya di Michigan berpenduduk padat dan dikelilingi Detroit dan Highland Park, adalah hunian bagi penduduk imigran tertinggi di Amerika.
Hamtramck menjadi kota pertama dan satu-satunya di AS yang dikelola umat Islam. Wali Kota Hamtramck, Amer Ghalib, dan semua pejabat Dewan Kota merupakan muslim. Mengutip Anadolu Agency, Ghalib merupakan imigran berusia 42 tahun dari Yaman. Penduduk muslim di kota ini sendiri berjumlah lebih dari setengah populasi 28 ribu penduduk.
Ghalib berlatar belakang seorang ahli medis. Ia bertugas di salah satu klinik lokal. Itu memungkinkan dia melayani masyarakat dan membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar, muslim maupun non muslim.
“Pesan saya inklusif. Orang membutuhkan perubahan dan saya membuktikan kepada mereka sepanjang kampanye bahwa sayalah yang bisa melakukannya,” kata Ghalib, dikutip Anadolu Agency, Kamis (6/1/2022).
Pada 2 November 2021 lalu, Ghalib memenangkan pemilu dengan 69 persen suara. Dia mengalahkan Walikota petahana Karen Majewski, yang hanya mendapatkan 31 persen suara. Dia menjadi nahkoda kota itu selama 4 tahun ke depan.
Mendapat Dukungan Non Muslim
Hamtramck, kotamadya di Michigan berpenduduk padat dan dikelilingi Detroit dan Highland Park, adalah hunian bagi penduduk imigran tertinggi di Amerika.
Hamtramck menjadi kota pertama dan satu-satunya di AS yang dikelola umat Islam. Wali Kota Hamtramck, Amer Ghalib, dan semua pejabat Dewan Kota merupakan muslim. Mengutip Anadolu Agency, Ghalib merupakan imigran berusia 42 tahun dari Yaman. Penduduk muslim di kota ini sendiri berjumlah lebih dari setengah populasi 28 ribu penduduk.
Ghalib berlatar belakang seorang ahli medis. Ia bertugas di salah satu klinik lokal. Itu memungkinkan dia melayani masyarakat dan membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar, muslim maupun non muslim.
“Pesan saya inklusif. Orang membutuhkan perubahan dan saya membuktikan kepada mereka sepanjang kampanye bahwa sayalah yang bisa melakukannya,” kata Ghalib, dikutip Anadolu Agency, Kamis (6/1/2022).
Pada 2 November 2021 lalu, Ghalib memenangkan pemilu dengan 69 persen suara. Dia mengalahkan Walikota petahana Karen Majewski, yang hanya mendapatkan 31 persen suara. Dia menjadi nahkoda kota itu selama 4 tahun ke depan.
Mendapat Dukungan Non Muslim