home masjid

Syirik Tak Selalu Berkaitan dengan Ibadah, Riya Juga Termasuk

Senin, 10 Januari 2022 - 16:10 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Syirik adalah virus bagi seorang muslim yang paling berbahaya yang dapat mengoyak-oyak keimanan dan martabat manusia. Dosa syirik yang paling fatal diancam dengan tidak adanya ampunan dari Allah.

Dalam Al-Qur'an, Allah tidak akan mengampuni perbuatan syirik yang dilakukan oleh hamba-Nya. Allah akan mengampuni pelaku syirik apabila mereka bertobat dengan sungguh-sungguh sebelum meninggal.

Syirik adalah dosa yang paling besar, karena orang musyrik beriktikad dan mempercayai bahwa Allah mempunyai sekutu dan tandingan yang sama derajatnya. Nurcholish Madjid atau Cak Nur mendefinisikan syirik sebagai perbuatan menyakralkan dzat atau sesuatu selain Allah.

Baca Juga:Kunci Paham Sumber Ajaran Islam, Setiap Muslim Wajib Kuasai Ini

Cak Nur juga menjelaskan bahwa syirik tidak selalu terkait dengan peribadahan yang menduakan Allah. Syirik juga dapat terjadi ketika seseorang mengagung-agungkan sesama makhluk, baik dirinya, orang lain, maupun makhluk lain.

Adapun mengagung-agungkan diri sendiri maupun orang lain misalnya sombong, keingian untuk terus dipuji, riya, atau pamrih. Dilansir Ensiklopedi Nurcholish Madjid, Cak Nur mengatakan, Al-Qur'an mengajari kita agar meninggalkan syirik.

"Syirik yang paling berbahaya adalah pemujaan terhadap manusia. Kalau orang memuja manusia yang dalam Alquran dilambangkan sebagai Fir‘aun, maka dia akan menindas dan merampas seluruh kebebasan orang yang memujanya," kata Cak Nur, dikutip Senin (10/1/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
syirik tauhid akidah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya