Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home masjid detail berita

Syirik Tak Selalu Berkaitan dengan Ibadah, Riya Juga Termasuk

fajar adhitya Senin, 10 Januari 2022 - 16:10 WIB
Syirik Tak Selalu Berkaitan dengan Ibadah, Riya Juga Termasuk
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Syirik adalah virus bagi seorang muslim yang paling berbahaya yang dapat mengoyak-oyak keimanan dan martabat manusia. Dosa syirik yang paling fatal diancam dengan tidak adanya ampunan dari Allah.

Dalam Al-Qur'an, Allah tidak akan mengampuni perbuatan syirik yang dilakukan oleh hamba-Nya. Allah akan mengampuni pelaku syirik apabila mereka bertobat dengan sungguh-sungguh sebelum meninggal.

Syirik adalah dosa yang paling besar, karena orang musyrik beriktikad dan mempercayai bahwa Allah mempunyai sekutu dan tandingan yang sama derajatnya. Nurcholish Madjid atau Cak Nur mendefinisikan syirik sebagai perbuatan menyakralkan dzat atau sesuatu selain Allah.

Baca Juga: Kunci Paham Sumber Ajaran Islam, Setiap Muslim Wajib Kuasai Ini

Cak Nur juga menjelaskan bahwa syirik tidak selalu terkait dengan peribadahan yang menduakan Allah. Syirik juga dapat terjadi ketika seseorang mengagung-agungkan sesama makhluk, baik dirinya, orang lain, maupun makhluk lain.

Adapun mengagung-agungkan diri sendiri maupun orang lain misalnya sombong, keingian untuk terus dipuji, riya, atau pamrih. Dilansir Ensiklopedi Nurcholish Madjid, Cak Nur mengatakan, Al-Qur'an mengajari kita agar meninggalkan syirik.

"Syirik yang paling berbahaya adalah pemujaan terhadap manusia. Kalau orang memuja manusia yang dalam Alquran dilambangkan sebagai Fir‘aun, maka dia akan menindas dan merampas seluruh kebebasan orang yang memujanya," kata Cak Nur, dikutip Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Bagaimana Hukum Membuat dan Jual Beli Spirit Doll?

Lebih jauh, Cak Nur mengatakan bahwa syirik memenjarakan harkat dan martabat manusia. Orang yang melakukan syirik akan dengan sendirinya secara apriori menempatkan diri dan harkat serta martabatnya lebih rendah daripada objek yang disyirikkan itu.

"Jika seseorang mensyirikkan suatu objek atau gejala alam, ataupun malah sesama manusia sendiri, dengan jalan menumbuhkan dan mengembangkan berbagai pandangan mitologis kepada objek, gejala atau manusia itu, maka orang itu secara apriori menempatkan dirinya di bawah 'kekuasaan' objek, gejala atau manusia yang disyirikkannya itu," ujar Cak Nur.

Baca Juga: Digandrungi Selebritas, Spirit Doll Sebabkan Pendangkalan Akidah

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)