home lifestyle muslim

Susah Tidur di Masa Pandemi, Mungkinkah Terserang Coronasomnia?

Selasa, 11 Januari 2022 - 12:00 WIB
Seorang pria yang mengalami kegelisahaan saat jelang waktu tidur. Foto: LANGIT7/iStock
Sebuah studi yang dimuat dalam The Lancet Psychiatry menyebutkan satu dari tiga penyintas COVID-19 mengalami gangguan psikiatri seperti insomnia dan gangguan kecemasan.Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Pondok Indah, dr. Leonardi A. Goenawan, Sp.KJ mengatakan sejak berlangsungnya pandemi, kasus insomnia semakin meningkat hingga mencapai 40 persen.

Istilah “COVID-somnia” atau “Corona-somnia” mulai dikenal sekitar musim panas 2020 untuk menggambarkan dampak pandemi global terhadap pola tidur seseorang.

Baca juga: Hati-hati, Waspadai Kesehatan Mental di Masa Pandemi Khususnya Penyintas COVID-19

"Gangguan tidur selama pandemi COVID-19 ini disebut sebagai “tandemic” oleh Dr. Abinav Singh, seorang direktur medis The Indiana Sleep Center," kata dr Leonardi melalui keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, setidaknya ada tiga hal yang dianggap sebagai penyebab gangguan tidur.

"Stres emosional akibat pandemi dapat mengubah arsitektur tidur, memperpendek durasi gelombang lambat yang bersifat restoratif, meningkatkan REM (rapid eye movement), dan cenderung membuat seseorang lebih sering terbangun di malam hari." kata dr Leonardi.

Dalam suatu penelitian dikatakan bahwa kondisi ini dapat tetap terjadi selama dua tahun setelah seseorang mengalami tekanan emosional yang berat seperti pada pandemi ini.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
covid-19 kesehatan penyintas covid-19 insomnia coronasomnia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya