Maksimalkan Teknologi, UMKM Lokal Ini Ajak Masyarakat Sayangi Bumi
Mahmuda attar hussein
Selasa, 11 Januari 2022 - 14:35 WIB
Bukan Plastik merupakan salah satu contoh UMKM asal Semarang yang menawarkan alternatif dari plastik sekali pakai. Foto: Istimewa
Tak hanya membantu sebagai penyebar informasi secara meluas dan merata, teknologi juga bisa dimaksimalkan mengajak masyarakat untuk menyayangi bumi. Seperti dua UMKM Bukan Plastik dan Batik Mahkota Laweyan yang memanfaatkan teknologi untuk kampanye peduli lingkungan.
Bukan Plastik merupakan salah satu contoh UMKM asal Semarang yang menawarkan alternatif dari plastik sekali pakai. Produk Bukan Plastik menggunakan material organik yang ramah lingkungan khususnya untuk kantong belanja dan sedotan.
Baca juga: Warga Peduli Lingkungan Bentuk Komunitas Geopark Meratus
Berawal dari kegemaran membaca sejak kecil dan kesadaran akan pentingnya melestarikan bumi, Aisa Putri Wibowo mendirikan usaha Bukan Plastik pada April 2020 guna mengajak masyarakat maupun pegiat usaha lain dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Dalam pembuatan kantong, kami menggunakan material saripati ketela yang dapat mudah terurai di tanah dalam waktu 180 hari. Sedangkan untuk pengganti sedotan kami memakai bambu yang dibuat secara manual,” ungkap Aisa melalui keterangan tertulis, Selasa (11/1/2022).
Menurut Aisa, kehadiran platform digital e-commerce membantu Bukan Plastik mengajak lebih banyak masyarakat menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan. Melalui platform itu pula, Aisa mengaku menjual ribuan lembar kantong belanja setiap bulannya. Alhasil, penjualnnya pun meningkat hingga 10 kali lipat dan telah menjangkau wilayah Gorontalo.
Tak berbeda dengan Bukan Plastik, UMKM lokal Batik Mahkota Laweyan juga memiliki inisiatif peduli lingkungan. Usaha yang dibangun oleh Alpha Febela pada 2005 ini, berdiri satu tahun setelah hadirnya Kampoeng Batik Laweyan.
Bukan Plastik merupakan salah satu contoh UMKM asal Semarang yang menawarkan alternatif dari plastik sekali pakai. Produk Bukan Plastik menggunakan material organik yang ramah lingkungan khususnya untuk kantong belanja dan sedotan.
Baca juga: Warga Peduli Lingkungan Bentuk Komunitas Geopark Meratus
Berawal dari kegemaran membaca sejak kecil dan kesadaran akan pentingnya melestarikan bumi, Aisa Putri Wibowo mendirikan usaha Bukan Plastik pada April 2020 guna mengajak masyarakat maupun pegiat usaha lain dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Dalam pembuatan kantong, kami menggunakan material saripati ketela yang dapat mudah terurai di tanah dalam waktu 180 hari. Sedangkan untuk pengganti sedotan kami memakai bambu yang dibuat secara manual,” ungkap Aisa melalui keterangan tertulis, Selasa (11/1/2022).
Menurut Aisa, kehadiran platform digital e-commerce membantu Bukan Plastik mengajak lebih banyak masyarakat menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan. Melalui platform itu pula, Aisa mengaku menjual ribuan lembar kantong belanja setiap bulannya. Alhasil, penjualnnya pun meningkat hingga 10 kali lipat dan telah menjangkau wilayah Gorontalo.
Tak berbeda dengan Bukan Plastik, UMKM lokal Batik Mahkota Laweyan juga memiliki inisiatif peduli lingkungan. Usaha yang dibangun oleh Alpha Febela pada 2005 ini, berdiri satu tahun setelah hadirnya Kampoeng Batik Laweyan.