alexametrics
kalender Rabu, 19 Januari 2022
home lifestyle muslim detail berita
Seniman Asal Taiwan Turut Meriahkan Jakarta Biennale 2021
Garry Talentedo Kesawa Jum'at, 14 Januari 2022 - 22:05 WIB
Seniman Asal Taiwan Turut Meriahkan Jakarta Biennale 2021
Wakil kepala Teto Chen Sheng Peng dan Kurator Sandy Lo mengunjungi karya Linking oleh seniman Taiwan Yuma Taru dan KOMUNITAS KAHE di ruang pameran seni Museum Nasional, Jakarta. (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Seniman Taiwan turut berpartisipasi dalam Pameran Seni Rupa Internasional "Jakarta Biennale 2021". Pameran seni rupa Ring Project bertajuk "Metaphors About Islands" diselenggarakan sejak tanggal 7 hingga 21 Januari 2022 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Pameran ini merupakan proyek yang digagas oleh kurator Taiwan, Sandy Lo bersama dengan Guskul studi kolektif Jakarta. Sebanyak 41 seniman dan kolektif seni dari berbagai negara ikut serta dalam Project ini. Selain dari negara Taiwan dan Indonesia, juga dari Kamboja, Bangladesh, Vietnam, Malaysia, Thailand, Nepal, India. Para seniman dari Asia ini menampilkan 20 instalasi seni dalam pameran.

Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Gelar Pameran Lukisan Pluralisme

Wakil Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) Chen Sheng Peng, mewakili Kepala TETO John Chen mengunjungi pameran pada 11 Januari. Ditemani Sandy Lo, Chen Sheng Peng melihat instalasi seni Taiwan yang ditampilkan seperti "My Heart is an Island" Rahic Talif dan Volume Escape, "Linking" oleh Yuma Taru dan Komunitas Kahe, "Keyeup Bodas Kingdom" oleh PRFRMNC.Rar, "Future Alchemy" kolaborasi antara Hou I-Ting dan It's In Your Hands Collective.

Kemudian karya kreatif Zhang Xu-Zhan dan pink.ink "Hoodwink", kolaborasi antara Lin Yi-Chi, Blanco Benz Altrelier dan Studio Malya "Island Echoes", dan karya "Force Majeure!" oleh Lightbox Library beserta Sokong! dan Raws Syndicate (Raws Sndct).

Seniman Asal Taiwan Turut Meriahkan Jakarta Biennale 2021


Rahic Talif dan VOLUME ESCAPE berkolaborasi dalam proyek "The Message". Selama beberapa tahun, Rahic Talif memulai action project dengan mengumpulkan sampah laut sebagai aktifitas sehari-hari. Rangkaian karya diciptakan oleh Rahic Talif terbuat dari benda-benda yang ia kumpulkan dari pantai, seperti sampah laut yang digubah menjadi gabungan antara patung, instalasi dan karya media campuran.

Baca juga: Resmikan Galeri Harmoni, Kemenag: Keragaman Agama Ada Sejak Masa Lampau

Ia juga mengembangkan Action Project dengan menggunakan sandal yang diibaratkan pulau sebagai medium utamanya. Karya ini selain erat kaitannya dengan laut dan pulau, karya itu juga menanggapi isu lingkungan dan ekologis.

Sementara karya seni VOLUME ESCAPE menggunakan mitos dewi laut Indonesia Nyi Roro Kidul yang serupa dengan mitos dewi laut suku Amis Taiwan, menjadi metafora untuk ribuan buruh pabrik perempuan. Narasi kehidupan setiap buruh perempuan seperti bisikan pulau yang tidak terdengar, yang membutuhkan lebih banyak curahan hati dan didengarkan.

Fokus utama dalam pameran ini adalah karena dunia dilanda oleh dampak pandemi Covid-19, yang telah memperparah kesenjangan antara orang kaya dan kaum miskin di dunia semakin melebar. Selain itu, persaingan internasional dan geopolitik telah meluas ke dunia maya dan industri luar angkasa. Bencana yang disebabkan oleh iklim telah menyebar ke seluruh dunia, sehingga dunia lebih terdesak untuk memperhatikan masalah lingkungan dan ekologi.

Baca juga: Komunitas Seniman Batang Gelar Pameran Karya Lukis Dekoratif
(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 19 Januari 2022
Imsak
04:20
Shubuh
04:30
Dhuhur
12:07
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Baqarah:14 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
وَاِذَا لَقُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَالُوْٓا اٰمَنَّا ۚ وَاِذَا خَلَوْا اِلٰى شَيٰطِيْنِهِمْ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ ۙاِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”