alexametrics
kalender Rabu, 19 Januari 2022
home lifestyle muslim detail berita
Fenomena Ghozali, Kok Bisa Jual Swafoto Raup Miliaran Rupiah?
Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 15 Januari 2022 - 10:02 WIB
Fenomena Ghozali, Kok Bisa Jual Swafoto Raup Miliaran Rupiah?
Fenomena Ghozali yang menjual hasil swafoto menjadi NFT. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID - , Jakarta - Berapa hari belakangan, viral pria bernama Sultan Gustaf Al Ghozali yang berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 1,5 Milyar dari hasil menjual swafoto. Pria ini menjual fotonya sebagai NFT di platform Opensea dengan Ghozali Everday. Ghozali mengumpulkan foto selfienya sejak 2017-2021 yang kemudian dijualnya menjadi NFT.

Lalu, apa itu NFT?

Pemilik akun Twitter bernama @EkaBagus_ menjelaskan NFT atau Non-fungible tokens merupakan aset digital berisi ciri-ciri unik yang dikodekan dan disimpan di blockchain dalam bentuk kontrak (smart contracts), serta memberikan manfaat kepada pemiliknya. Biasanya disebut NFT Collector.

Jika dijabarkan satu persatu, fungible berarti segala sesuatu yang Anda tukar, kemudian Anda akan mendapatkan hasil yang sama persis.

Baca juga: NFT Hijab Pertama di Dunia Milik Syahrini Habis Terjual

"Misal, kamu punya uang 50 ribu yang sudah lecek, terus Bapak kamu punya uang 50 ribu yang baru, nah kalian pengen tu tukeran duit. Nilainya akan tetap sama," kata Eka di akun twitter pribadinya.

Sementara, Non-fungible berarti unik dan tidak bisa ditukar dengan apapun, mengingat ia punya karakteristik tersendiri.

"Misal, kamu tidak bisa menukarkan lukisan asli Monalisa dengan lukisan palsu, karena cuma ada satu lukisan Monalisa yang autentik di dunia," ucapnya.

Kemudian, Tokens ialah berupa kontrak yang dapat memberikan keuntungan untuk pemiliknya.

"Misal, kamu punya tiket konser John Mayer, tiket itu ibarat token yang memberikan keuntungan buat kamu biar punya akses bisa masuk konser," tulisannya.

NFT sendiri dibutuhkan untuk membuktikan keautentikan sebuah karya. Nah, yang jadi pertanyaan bagaimana cara membuktikan bahwa karya yang ada di dunia digital itu autentik?

"Jawabannya tidak ada, karena tidak ada cara untuk membuktikan keasliannya dan kebanyakan orang tidak peduli value-nya," tuturnya.

Padahal sangat penting untuk mengetahui value suatu barang, kata Eka.

"Kenapa penting bagi seseorang untuk mengetahui berharganya suatu barang? Ya, seperti pelajaran ekonomi, semakin banyak (demand) orang beli produk tertentu (supplay), semakin berharga produk itunya," katanya.

Cara kerja NFT

Ekonom Institut for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan cara kerja NFT seperti sistem blockchain yang memiliki kontrak dengan kesepakatan bahwa si penjual hanya memiliki satu barang tersebut dan hanya dimiliki olehnya.

"Seperti kita punya jam tangan merek mahal yang ketika beli di toko aslinya, kita dapat sertifikat. Nah, jam itu kita mau jual lagi dengan harga mahal, karena jam tangan ini diciptakan 100 biji saja maka harganya akan sangat tinggi. Nah, di perjanjian NFT tertulis bahwa jam ini asli dari pabriknya dan hanya dimiliki oleh si penjual kemudian dialihkan kepada pembeli, cara kerja NTF seperti itu sebenarnya," kata Nailul saat dihubungi Langit7, Jumat (14/1/22).

Kemudian, blockchain sendiri terdiri dari dua kata block sama chain artinya sistem yang memberikan otoritas penuh bagi para pemegangnya dalam satu rangkaian yang sama, ucap Nailul.

Terkait peluang kerja, Nailul mengatakan NFT ini memiliki peluang besar bagi para konten kreator.

"Untuk peluang pekerjaan di NFT, content creator pasti memiliki peluang, NFT merupakan salah satu market place yang sangat potensial bagi mereka. Misal, pembuat lagu, pelukis dan sebagainya, orang-orang kreatif-lah intinya. Peluang untuk meningkatkan produktifitasnya di NFT sangat besar karena kan orang-orang ini menjual barang yang unik. Misalnya lukisan-lukisan ini cuma satu doang nah ini itu bisa dijual," tuturnya.

NFT Tidak Masuk Dalam Karakteristik Orang Indonesia

Nailul mengatakan fenomena Ghozali ini semacam strategi marketing NFT agar lebih dikenal. Sebenarnya beberapa tahun terakhir ini sudah ada yang menggunakan NFT seperti Syahrini, cuma memang tidak viral.

"Sebenarnya ada beberapa orang juga sudah menjual barangnya di NFT bukan cuma Ghozali. Syahrini misalnya cuma memang pada saat itu masyarakat belum mengenal apa itu NFT," ucapnya.

Menurut dia, NFT ini marketplace yang menjual barang-barang yang punya nilai lebih dan notabenenya tidak masuk dalam karakteristik konsumen ekonomi digital Indonesia. Karena barang-barangnya mahal, unik dan cuma ada satu.

"Makanya tidak terlalu dikenal di Indonesia. Dengan adanya fenomena Ghozali, ini semacam berkah bagi penyedia marketplace NFT untuk memperkenalkan produknya," katanya.

Meskipun begitu usaha Ghozali patut diapresiasi, karena selama lima tahun berjuang akhirnya membuahkan hasil.

Mendapat perhatian dari netizen luar negeri dan pajak

Fenomema Ghozali tak hanya berkutat di Indonesia saja, namun juga mendapat perhatian dari netizen luar negeri. Bahkan, musisi Jonathan Mann melalui akun Twitter @songadaymann mengapresiasi Ghozali dengan membuatkannya sebuah lagu.

Dalam liriknya Jonathan menuliskan beberapa orang di dunia yang juga melakukan hal sama seperti Ghozali, mengumpulkan swafoto selama bertahun-tahun.

Baca juga: Bahtsul Masail: Aset Kripto Sah dalam Hukum Islam

Menanggapi lagu tersebut, Ghozali mengucapkan terima kasih melalui cuitannya. Ia menuliskan lagu tersebut bisa menjadi teman tidurnya.

"Thanks you @songadaymann, this will will be my bedtime song so I can have sweet dreams,".

Tak berhenti di situ, fenomena Ghozali yang meraup uang miliaran pun menarik perhatian akun resmi Ditjen Pajak RI.

"Congratulations, Ghozali!
Here is a link where you can register your TIN: http://pajak.go.id/id
Check out this link for more information about TIN: https://pajak.go.id/index.php/id/syarat-pendaftaran-nomor-pokok-wajib-pajak-0
If you need help, kindly ask
@kring_pajak. We wish you the best of luck in the future."

Sontak colekan dari akun @DitjenPajakRI ini mendapat tanggapan dari Ghozali langsung yang membalas dengan cuitan "This is my first tax payment in my life,".

Warganet pun membanjiri twit tersebut dengan pertanyaan, pajak apa yang dikenakan pada Ghozali. Terlebih belum ada regulasi terhadap aset digital seperti NFT yang berimbas juga pada belum adanya perlindungan aset.
(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 19 Januari 2022
Imsak
04:20
Shubuh
04:30
Dhuhur
12:07
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. An-Nisa':59 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.