LANGIT7.ID - , Jakarta - Pernahkah Sahabat merasa
saldo tabungan tak bertambah meski rutin mengisinya? Menabung merupakan salah satu cara mengelola keuangan yang bertujuan untuk menyiapkan dana di masa depan.
Menabung bukan terletak pada besaran nominal yang dikumpulkan, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Financial Planner,
Prita Hapsari Ghozie menjelaskan beberapa tipe penabung yang berpengaruh pada penambahan aset tabungan. Yuk, cek Sahabat tipe penabung yang mana!
Baca juga: Tips Parenting Islami, Didik Anak Sedekah selain Menabung"Tipe penabung pertama yaitu nabung untuk beli aset. Biasanya kita akan menyisihkan sebagian dari penghasilan. Lalu saat jumlahnya tercapai tabungan diambil semua untuk beli barang. Misalnya untuk beli mobil, beli tiket, atau ganti
gagdet," jelas Prita melalui akun Instagramnya, @prighozie, dikutip Kamis (16/3/2023).
Meski memiliki tujuan atau perencanaan, namun tipe penabung seperti ini bakal sulit menambah jumlah saldo simpanan. Bahkan, jumlahnya dapat balik ke nol.
Tipe kedua, jelas Prita,
menabung untuk beli aset yang naik nilainya. Seperti tipe pertama, penabung kedua ini juga rutin menyisihkan penghasilan.
"Sama juga, kita menyisihkan dari penghasilan secara berkala. Bedanya saat saldo terkumpul digunakan untuk beli aset yang nilainya terus naik. Misalnya dipakai untuk beli rumah yang nilainya naik terus. Jadi nggak balik ke nol," terang lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.
Baca juga: Sifat yang Harus Dijauhi saat Yakin Berniat Menabung EmasSementara tipe ketiga adalah menabung untuk membeli aset yang bisa memberi penghasilan tambahan.
"Konsepnya sama, tapi dari aset yang dibeli kita bisa pakai incomenya untuk menambah aset yang lain, misalnya membeli aset digital," terangnya.
Hanya saja, Prita mengingatkan kalau aset digital sangat berisiko. Namun, untuk yang sudah memahaminya, aset digital dapat memberikan capital gain yang lebih besar.
(est)