Peminat Kripto di Asia Tenggara Meningkat Sejak Pandemi 2019
mahmuda attar husseinAhad, 15 Mei 2022 - 13:45 WIB
Ilustrasi mata uang kripto Bitcoin. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Peminat kripto di Asia Tenggara meningkat sejak pandemi Covid-19 pada 2019. Sebab banyak yang mulai mencari alternatif investasi selain komoditas, saham dan emas.
Sekjen Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO), Jurika Fratiwi mengatakan, minat besar terhadap aset kripto meningkat 7,4 persen pada 2021 atau naik rata-rata 162 persen sejak 2015.
"Peminat kripto meningkat sejak pandemi 2019 lalu karena banyak yang mencari alternatif investasi selain komoditas, saham dan emas," kata Jurika dalam keterangannya, Ahad (15/5/2022).
Industri kripto di Asia Tenggara juga mampu melahirkan komunitas kripto, misalnya Vidycoin dan Vidyx. Vidycoin dan Vidyx juga memiliki kapitalisasi market yang cukup tinggi dalam bursa yang perdagangkan di seluruh dunia.
Tak heran, jika di Indonesia Vidy Foundation dengan token serinya VidyX dan Vidy Coin juga memiliki investor paling banyak dibandingkan negara-negara lain di dunia dengan tren tahun ke tahun yang mengalami peningkatan.
"Saya kira hal itu karena platform dua token kripto Vidy Foundation yaitu Vidy coin dan VidyX didukung perencanaan model bisnis yang sangat cemerlang," ujar fungsionaris DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ini.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”