Langit7, Semarang - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah terus berperan aktif dalam mendorong penjualan produk UMKM.
Kali ini, Dekranasda kembali membuka gerainya di Bandara Yogyakarta International Airport, dengan label Dekranasda Jateng Store. Gerai itu resmi dibuka Gubermur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada Kamis (13/1) lalu.
Gerai tersebut diyakini bakal membuka peluang pasar lebih luas bagi UMKM. Hal itu dikarenakan letaknya yang strategis, yakni di jalur kedatangan dan keberangkatan, sehingga dapat menjangkau penumpang, penjemput, dan pengantar.
Baca juga: Alih Profesi Saat Pandemi, Muslim Asal Banten Ini Sukses Budi Daya NilaKetua Dekranasda Jateng, Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, gerai tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Bank Jateng. Melalui hal itu, pihaknya berniat memperluas jangkauan pemasaran, serta memberikan ruang display bagi UMKM agar dikenal luas, baik pasar nasional maupun internasional.
“Ini ibarat etalase saja, yang penting repeat ordernya. Diharapkan setelah pembelai melakukan transaksi maka akan melakukan pembelian kembali," jelasnya.
Adapun beragam produk unggulan Jateng dipamerkan di gerai tersebut. Di antaranya seperti batik dan lurik Jateng, kerajinan kayu, bambu, kerang, aksesoris, tas, sepatu, hingga makanan dan minuman.
Baca juga: Eksportir Tertinggi, Bisnis Batu bara Indonesia Auto Cuan?Diketahui, Dekranasda Jateng Store mengakomodasi 88 KUMKM dari 29 kabupaten/kota, dengan jumlah produk sebanyak 481 jenis, dan total sebanyak 2.143 item. Terdiri dari 1.267 item makanan minuman kemasan, 263 item fesyen pria, wanita dan anak, 535 item handicraft, 90 item makanan atau minuman siap saji.
“Produk tersebut akan kami evaluasi setiap enam bulan. Tujuannya untuk melihat atau menyesuaikan potensi dan peluang pasar. Nantinya, produk yang kurang diminati akan kami rolling,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berharap, nantinya di tempat tersebut juga diadakan sebuah gelaran
creative event.
Selain itu, Ganjar juga meminta UMKM tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional. Mereka juga diimbau untuk tetap melakukan pemasaran secara daring.
“Misalnya, mereka yang hadir di sini memotret dan memposting produknya di media sosial agar pemasarannya bisa lebih luas. Mudah-mudahan produknya laris manis,” tambahnya.
Baca juga: Usaha Tak Khianati Hasil, Ini Rahasia Soto Angkring Mas Boed Tetap Eksis(zul)