Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Muhammadiyah Dirikan Wasola di Malaysia, Bukan Sekedar Bisnis Tapi Diplomasi Kuliner

mahmuda attar hussein Senin, 24 Januari 2022 - 08:05 WIB
Muhammadiyah Dirikan Wasola di Malaysia,  Bukan Sekedar Bisnis Tapi Diplomasi Kuliner
Ilustrasi warung soto Lamongan milik Muhammadiyah di Malaysia. Foto: Langit7/Istock
Langit7, Jakarta - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia membuka Warung Soto Lamongan (Wasola). Langkah ini, tidak hanya membawa misi kemuhammadiyahan, melainkan juga misi pengenalan kebudayaan Indonesia ke luar negeri. Keberadaan lini bisnis yang dimiliki Muhammadiyah juga sebagai alat diplomasi.

Fauzi Fatkhur, Ketua Majelis Ekonomi (MEK) PCIM Malaysia menuturkan, gerakan ekonomi yang dilakukan oleh PCIM Malaysia ditopang bersama atau secara berjamaah membawa misi pengenalan kuliner khas Indonesia. Berdirinya Wasola tidak bisa dilepaskan dari peran Pekerja Migran Indonesia (PMI) anggota Muhammadiyah.

“Kelebihan gerakan ekonomi jamaah yang dilakukan oleh PCIM Malaysia ini berdampak positif, meski dengan modal yang tidak seberapa akan tetapi mampu merealisasikan Wasola,” ujar Fauzi, seperti dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Senin (24/1).

Baca juga: Dukung Program Kesehatan Masyarakat, Kapolri Hadiri Ground Breaking RS Muhammadiyah

Sambutan positif juga datang dari Atase Politik KBRI Kuala Lumpur, Agus Badrul Jamal. Keberadaan Wasola menurutnya sebagai pemacu semangat wirausaha para PMI, serta menjadi sarana wisata kuliner dan diplomasi kuliner di Malaysia.

“Hari ini sama-sama kita saksikan bagaimana PCIM menggerakkan perekonomian dalam bidang ekonomi. Kami dari KBRI Kuala Lumpur menyambut baik inisiatif dan usaha-usaha yang dirintis Muhammadiyah dalam rangka membantu menggerakkan roda perekonomian Muhammadiyah,” katanya.

Kini meski pelan, Wasola tetap bisa berjalan untuk memenuhi kerinduan WNI akan cita rasa nusantara. Wasola kini setiap harinya berhasil memperoleh pendapatan lebih dari RM1000 atau lebih dari Tiga Juta Rupiah tiap harinya. Pendapatan itu akan naik ketika di akhir pekan, kenaikannya bisa sampai tiga kali lipat.

“Ketika Hari Minggu atau hari-hari penting begitu tidak tentu, kadang sampai RM1500, kadang-kadang sampai RM3000,” ucap Fauzi.

Baca juga: Perkuat Kader Faqih, Muhammadiyah Perlu Perbanyak Pesantren

Wasola sering menjadi jujugan WNI yang tinggal di Malaysia, sebab Wasola bukan hanya sebagai tempat perhentian untuk mengenyangkan perut, tapi Wasola juga sebagai tempat bernostalgia dengan kampung halaman nan jauh. Hal itu karena keberadaannya di tengah-tengah Komunitas WNI dan juga cita rasa makanan yang ditawarkan.

Dari Jamaah Menjadi Jaringan Rumah Makan Muhammadiyah di Malaysia

Ketua PCIM Malaysia, Sony Zulhuda waktu peresmian Wasola mengatakan bahwa, Wasloa adalah sejarah bagi Muhammadiyah. Sebab Wasola adalah AUM bidang bisnis pertama di luar negeri yang berdiri secara formal.

Sony Zulhuda juga menyebut gerakan ini sebagai bagian tidak terpisahkan dari eksistensi jamaah Muhammadiyah di Malaysia. Menurutnya, DNA Muhammadiyah sebagai gerakan pemberdayaan, pembebasan, menggembirakan dan mencerahkan tertanam kuat pada setiap Anggota Muhammadiyah di sana.

“Idenya ini sudah lama. Dalam DNA kita tidak lepas dari gerakan pemberdayaan, gerakan pembebasan, menggembirakan dan mencerahkan. Semua ini terkumpul dalam visi dan misi kita dalam menjalankan kegiatan Muhammadiyah,” katanya.

Baca juga: Masjid Jogokariyan, Mercusuar Dakwah Muhammadiyah di Yogyakarta

Selain itu, konsep bisnis jamaah ini membentuk jaring pengaman. Sebab di masa pandemi covid-19 di mana semua lini ekonomi terdampak, termasuk usaha kuliner, Wasola tetap bisa melangsungkan hidupnya. Karena rasa memiliki Wasola oleh Warga Muhammadiyah menjadi rasa pembelaan untuk menghidupi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) ini.

Selain Wasola, Fauzi menyebut saat ini ada dua Rumah Makan yang dikelola sepenuhnya oleh jaringan Muhammadiyah di Malaysia yaitu Rumah Makan yang dimiliki Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Pandan dan PRIM Sungai Way, Kampung Pecalah, Kuala Lumpur.

Kedua Rarung Makan tersebut dikelola secara mandiri oleh PRIM Pandan dan Sungai Way. Keberadaan Rumah Makan di sana untuk mencukupi kebutuhan akan dahaga kuliner WNI yang bekerja maupun yang sedang menempuh studi di Malaysia. Kedepan setelah beroperasinya Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Fauzi berharap gerakan ekonomi PCIM Malaysia semakin bergeliat.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)