LANGIT7.ID - Di era modern saat ini, tato seolah menjadi hal yang lumrah bagi sebagian wanita dan laki-laki terutama kaum muda. Orang-orang bertato mudah dijumpai di tempat umum. Ada yang memakai tato di lengan, punggung, leher, atau bagian tubuh lainnya. Penyedia jasa tato juga kian menjamur di Indonesia.
Kendati begitu, bak hitam dan putih, fenomena orang bertato yang hijrah tak kalah banyak. Banyak komunitas hijrah menawarkan fasilitas hapus gratis untuk orang baru saja hijrah. Salah satu komunitas hijrah yang konsen membantu pemuda hijrah menghapus tato adalah Hijrah Care.
Hijrah Care merupakan komunitas yang hadir mengiringi geliat dakwah dan fenomena hijrah dikalangan pemuda. Bukan rahasia jika perubahan seseorang berbeda-beda, namun aura kecintaan pada Islam itu mulai ada. Aura itu yang harus terus dikawal agar pemuda-pemuda hijrah bisa istiqomah.
Fenomena hijrah ini tentu sangat positif, karena pemuda adalah tonggak bagi terciptanya perubahan. Pemuda dan fenomena hijrah menambah optimisme gelombang kebaikan akan mulai menyelimuti negeri.
“Ada fenomena kontras tentang anak-anak muda yang mulai giat menjalankan sunnah, namun di tubuh mereka masih tampak sisa-sisa masa lalu berupa tatto, atau akibat perdukunan dan dunia klenik yang menyeret mereka ke dunia lain, gangguan yang tidak tampak tapi sangat mereka rasakan, beratnya melaksanakan ibadah sehingga mereka harus berjibaku lebih keras lagi,” demikian keterangan dalam profil Hijrah Care di laman hijrahcare.org.
Kesadaran berhijrah itu akan lebih baik jika ditopang dengan kemudahan untuk melewati fase-fase sulit. Atas dasar itu, Hijrah Care memfasilitasi bagi pemuda-pemudi yang telah berhijrah dan ingin menghapus tato. Selain itu, ada pula program ruqyah syar’iyyah, klinik Tahsin Al-Qur’an, Klinik Thibbun Nabawi.
Founder Hijrah Care, Rifki Rohman, mengatakan, Hijrah Care berupaya untuk solutif dalam berdakwah. Tidak hanya menyampaikan kebaikan, tapi mengajak untuk bersama-sama melakukan kebaikan. Salah satu solusi yang diberikan adalah memberikan pelayanan hapus tato gratis. Hal itu untuk mewadahi mereka yang ingin kembali ‘bersih’ dari gambar-gambar di tubuhnya sebagai bagian dari proses menjadi "lebih baik".
Selama perjalanan dari 2018, Hijrah Care menghadapi banyak kendala yang dihadapi, termasuk pendanaan untuk berbagai kegiatan. Tapi mereka terus berusaha menghadapi dan menikmati setiap proses dan tantangan itu.
"Yang bikin kita tetap berjalan adalah semangat melakukan kebaikan untuk bekal nanti. Siapa tahu yang menyelamatkan kita di akhirat nanti adalah teman-teman (yang hijrah') ini," kata Rifki, seperti dilansir akun instagram @hijrahcare.
Ada yang unik dari program hapus tato tersebut. Mereka yang ingin menghapus tato cukup menyetor surah Ar-Rahman. Mereka yang belum hafal atau tidak bisa membaca Al-Qur’an akan dibantu secara khusus sampai bisa baca al-Quran & hapal surat Ar-Rahman selama proses treatment berlangsung.
Rifki mengatakan, sejauh ini kurang lebih sudah 200-an orang yang menghapus tato. Rata-rata perhari, sekitar 10 orang yg di-treatment setiap sebulan sekali. Selain itu mereka terus ‘di-maintenance’ saling bantu dan saling menguatkan agar proses belajar agama tetap istiqomah.
“Telanjur bertatto, sesal kemudian susah dihapus. Ini bukan pepatah, hanya ungkapan betapa susahnya membuang noda tubuh buatan itu. Terlebih, susah menemukan tempat menghapus tatto yang cuma-cuma alias gratis,” kata Rifki.
Namun, sejak Agustus 2017, muncul Hijrah Care yang melaksanakan program Hapus Tatto Gratis bagi yang memang ingin menghapus tatto. Hijrah Care bisa membantu masyarakat yang memiliki tujuan untuk hijrah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu relawan penghapus tato di Hijrah Care, Dian Anggara Pramudia (28), mengatakan, menghapus tato dan bayar memakai hafalan surah Ar-Rahman semata-mata untuk menguatkan niat orang untuk berhijrah. Hijrah Care, kata Dian, mencoba membantu siapa saja yang memang berniat hijrah. Hidup lebih bersih dan istiqomah. Cara dan teknik menghapus tatto pun terbilang efektif dan aman. Tidak kalah dengan tempat-tempat menghapus tatto berbayar.
Dian berharap, dengan keistiqomahannya dalam menghapus tatto akan semakin memotivasinya dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi panutan yang baik bagi keluarga dan lingkungannya.
"Ini adalah bentuk kepedulian dan sumbangsih kami untuk orang-orang yang mau hijrah ke arah yang lebih baik," kata Dian dikutip dari laman humas.bandung.go.id.
(sof)