Langit7, Jakarta - Ekonometrika adalah ilmu ekonomi dan matematika ekonomi, di mana membahas fenomena ekonomi yang bersifat kualitatif dalam bentuk angka.
Analisis di dalam ekenometrika menggabungkan antara teori ekonomi, matematika, dan statistika ke dalam satu sistem analisis lengkap.
Sahabat Langit7 bingung? Ya, memang tidak semua orang bisa dengan mudah memahami soal ekonometrika.
Baca juga: Robert Crane, Eks Penasihat Presiden AS Jadi Mualaf setelah Memusuhi IslamNamun, kali ini kita tidak akan membahas soal ekonometrika, melainkan pakar di Indonesia yang masuk ke dalam 100 Ilmuwan Terbaik Dunia. AD Scientific Index memasukkan empat dosen IPB ke 100 ilmuwan terbaik dunia.
Ialah Prof Hermanto Siregar, seorang guru besar IPB University. Hermanto berada di urutan ke-58 dari 100 Ilmuwan Terbaik Dunia, sebagai ahli ekonometrika.
"Alhamdulillah, yang lebih muda sudah makin banyak dan sebagian lebih bagus peringkatnya dari yang lebih senior," tulis dia di instagramnya @hermantojsiregar, dikutip Selasa (25/1).
Sebagai ahli ekonometrika, Rektor Perbanas Institute ini juga sering memberikan pandangannya dalam kebijakan yang diambil pemerintah.
Baca juga: AR Sutan Mansur, Imam Muhammadiyah Guru Bung KarnoSalah satunya soal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang disebut bakal menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menurutnya, langkah tersebut kurang tepat.
Pria berkacamata yang menjabat Ketua Dewan Pengawas Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) itu berharap agar pemerintah dapat lebih bijak menggunakan dana PEN. Seperti memprioritaskannya untuk sektor kesehatan atau pun penanganan Covid-19.
"Fokuslah dulu pada pengendalian Covid-19 atau penguatan sektor kesehatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat kecil dan usaha mikro-kecil. Anggaran kan sangat terbatas," cuit dia di twitternya @hermantoregar.
Sebagai informasi, IPB University juga memborong 3 nama lagi selain Prof Hermanto Siregar, untuk 100 Ilmuwan Terbaik Dunia, di bidang ekonomi dan ekonometrika.
Adapun tiga nama itu, yakni Dr Irfan Syauqi Beik di urutan ke-49. Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University ini dikenal aktif mendorong perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air.
Baca juga: Menelusuri Silsilah KH Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah Keturunan WalisongoProf Bambang Juanda di peringkat ke-83. Dia dikenal sebagai pakar di bidang Ekonomi Eksperimental, Desentralisasi Fiskal, Pembangunan Ekonomi Daerah, dan Manajemen Keuangan Publik.
Prof Noer Azam Achsani di urutan ke-87. Dekan Sekolah Bisnis (SB) IPB University ini merupakan pakar ekonometrika, keuangan dan perbankan, dan hubungan ekonomi internasional.
(zul)