Langit7, Jakarta - Perkembangan dunia yang semakin digital, membuat semakin banyak melahirkan pekerjaan dan ladang bisnis baru.
Seperti Metaverse yang sedang digarap oleh Bos Facebook, Mark Zuckerberg. Metaverse merupakan dunia virtual yang digadang bakal memberikan ladang cuan bagi para pengguna atau pun pengusaha yang terjun ke dalamnya.
CEO Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho menyebutkan, begitu menjanjikannya, bahkan perusahaan di Tanah Air juga mulai curi
start untuk menjadi tuan tanah di Metaverse.
Baca juga: Pendiri Drone Emprit: Indonesia Belum Siap Hadapi MetaverseMenurutnya, perkembangan dan kesuksesan yang bisa didapatkan lewat dunia virtual ini memerlukan waktu yang tidak sebentar.
Kendati demikian, peluang bisnis yang menjanjikan di dalamnya, membuat banyak perusahaan mulai ikut-ikutan facebook demi menyiapkan diri menyambut Metaverse.
"Salah satunya adalah WIR Group, perusahaan asli Indonesia yang dikomandoi oleh Michael Budi," kata dia dikanal YouTubenya Dr. Indrawan Nugroho.
Saat ini, lanjut dia, WIR Group tengah bekerjasama dengan perusahaan Singapura, yakni MyRepublic untuk menciptakan berbagai ruang virtual. Mulai dari pasar hingga museum, beserta avatarnya untuk digunakan para pengguna dalam beraksi dan bertransaksi di Metaverse.
"Sesungguhnya kita nggak perlu menunggu hingga metaverse berwujud menjadi kenyataan. Saat ini pun kita sudah melihat anak kita lebih banyak menghabiskan waktu bermain di dunia virtual dengan teman-temannya dari berbagai negara, dibandingkan bermain dengan anak tetangga di komplek rumah," jelasnya.
Baca juga: Metaverse dan KapitalismeBahkan, hal itu juga terjadi pada orang dewasa. Di mana sebagian masyarakat mulai merasa lebih nyaman hidup di linimasa media sosial daripada kehidupan nyata.
Untuk itu, kata dia, penting bagi pengusaha atau pun sebuah perusahaan bersiap menyambut Metaverse. Hal itu dilakukan agar dapat beradaptasi dengan dunia bisnis yang terus berubah dinamis seiring perkembangan teknologi digital.
"Ironisnya, selagi dunia bergerak cepat menuju masa depan, masih banyak perusahaan yang hidup di masa lalu. Di mana mereka meyakini bahwa bisnisnya akan baik-baik saja," katanya.
Baca juga: 5 Bisnis Ini Akan Populer dan Berkembang di Metaverse(zul)