LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam sebuah video yang viral di media sosial, santri Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur menggagalkan aksi pencurian motor (curanmotor). Kejadian tersebut terjadi di Minimarket Basmalah yang dikelola Ponpes Sidogiri.
Video yang diunggah akun instagram @andre-li48 itu memperlihatkan santri dengan sarung dan baju koko hijau, lengkap dengan peci hitam, berlari keluar minimarket. Awalnya, dua santri berlari berupaya mencegah pelaku.
Pelaku berjaket hitam berusaha memutar sebuah motor matic di tempat parkir. Belum sempat menghidupkan mesin, dua santri itu dengan sigap menarik bagian belakang motor. Satu santri menarik baju pelaku.
Pelaku sempat berusaha kabur membawa motor. Namun tiba-tiba keluar lagi dua santri dari dalam toko langsung lompat ke atas jok motor. Santri itu mendaratkan beberapa pukulan ke kepala pelaku.
Aksi tersebut membuat pelaku berusaha meninggalkan lokasi dengan meletakkan motor. Tapi upaya itu tersebut terus dihalangi oleh para santri itu. Mereka bahkan terlihat terus mengejar pelaku yang berupaya kabur.
Mengenal Basmalah SidogiriToko Basmalah milik Koperasi Ponpes Sidogiri sudah beroperasi lama di Kabupaten Bondowoso. Sesepuh sekaligus alumnus Ponpes Sidogiri, KH Asy'ari Fasya, mengatakan, Basmalah bukan toko modern berjaringan.
Ada empat poin yang menjadi pondasi kuat Basmalah.
Pertama, sebagian modal Toko Basmalah bersumber dari iuran masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar dapat bergabung serta menjadi anggota toko dengan sistem iuran. Dengan begitu, Toko Basmalah dapat dimiliki banyak orang dengan sistem kerjasama.
Kedua, Toko Basmalah menerima komoditas dagangan dari masyarakat atau UKM sekitar dengan prosedur mudah dan biaya registrasi murah.
Ketiga, toko ini menerapkan strategi harga berbeda untuk konsumen dari masyarakat yang ingin kulakan, dan dijual kembali sesuai dengan harga eceran yang berlaku di Toko Basmalah dan pasar setempat.
"Kami juga menggandeng toko-toko di sekitar karena menjual eceran dan grosir," kata Kiai Asy'ari, dikutip laman pemprov.jatim, Rabu (26/1/2022).
Keempat, komoditas barang jualan halal dan baik. "Itu yang menjadi perbedaan dengan toko modern yang ada saat ini. Jadi jelas berbeda dan tidak bisa dikatakan toko modern," kata Kiai Asy'ari.
(jqf)