Langit7, Jakarta - Metaverse ramai diperbincangkan karena menjadi dunia baru yang akan hadir di tengah masyarakat. Bukan realitas, tetapi metaverse menghadirkan sebuah dunia virtual yang akan memberikan pengalaman berbeda bagi penggunanya.
CEO dan
Co-Founder WIR Group, Michael Budi menjelaskan, metaverse merupakan dunia virtual yang bergabung dengan dunia realitas.
"Jadi seperti dunia nyata yang seperti kita ada sekarang ini, dengan berbagai macam objek tiga dimensi. Secara teknologinya kita sebut
augmented reality (AR) ditambah virtua reality (VR), dan
artificial intelligence (AI)," jelasnya dikanal YouTube Dr. Indrawan Nugroho.
Baca juga: Metaverse dan KapitalismeMenurutnya, ketiga faktor itu yang menjadi pendukung sebuah teknologi untuk bisa mengembangkan metaverse.
Seperti diketahui, virtual reality adalah di mana orang masuk ke dalam dunia virtual dengan menggunakan sebuah
device atau
desktop. Sementara
augmented reality, adalah dunia virtual, objek atau avatar yang bisa dibawa ke dalam dunia realitas.
"Nah,
artificial intelligence itu yang berperan untuk mendukung kedua hal tersebut. Sebab, dalam dunia itu kita banyak berinteraksi dengan berbagai macam objek yang memiliki peran berbeda-beda," jelasnya.
Dia menjelaskan, VR dan AR akan banyak digunakan dalam metaverse. Hal itu dilakukan demi memberikan kesan dan pengalaman tersendiri bagi penggunanya.
Konsep AR, kata dia, adalah membawa seseorang dari dunia
online ke
offline. Artinya, seorang pengguna mendapatkan pengalaman baru ketika membawa dunia online ke dalam realitanya.
"Seperti ketika orang berwisata ke Borobudur, konsep AR ini mengharuskan orang itu untuk datang ke Borobudurnya, jadi tidak hanya diakses lewat online atau VR," katanya.
Baca juga: 5 Bisnis Ini Akan Populer dan Berkembang di Metaverse"Nantinya, ketika sudah datang ke Borobudur, dia akan gunakan
device-nya untuk kemudian mengakses beberapa hal tertentu. Di mana akan memberikan penjelasan mengenai sejarah lengkap, dan beberapa informasi dan pengalaman penting lainnya terkait Borobudur," sambungnya.
Sebagai informasi, WIR Group merupakan perusahaan pengembang digital yang berfokus pada
augmented reality (AR), dan mengembangkan
platform modul dunia virtual sejak 2009.
WIR Group mendapat amanat dari pemerintah guna mengembangkan proyek masa depan, Metaverse Indonesia. Dalam hal ini, Metaverse Indonesia akan diluncurkan pada perhelatan KTT G20 Oktober mendatang.
Baca juga: Metaverse Bisa Jadi Sarana Dakwah Kreatif dan Edukatif(zul)