Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 14 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Mencari Pintu Masuk Pengelolaan SDM ke Dunia Metaverse

mahmuda attar hussein Rabu, 09 Maret 2022 - 11:32 WIB
Mencari Pintu Masuk Pengelolaan SDM ke Dunia Metaverse
Pemerhati Human Capital Management, Muhammad Ali. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Metaverse kini menarik perhatian banyak orang. Bukan hanya dalam dunia gaming dan transaksi jual-beli, teknologi ini ternyata bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan sumber daya manusia.

Oleh: Muhammad Ali

Bola salju Metaverse telah menggelinding lebih dari satu semester sejak diumumkan secara publik oleh Mark Zuckerberg pertengahan tahun 2021 lalu. Gelegar kemunculan dan reaksinya masih bergulir hingga detik ini, menandakan betapa magnet tentang Metaverse masih menarik perhatian banyak orang di tengah lalu-lalang isu dan topik yang berseliweran setiap detik.

Dunia gaming merupakan bidang pertama yang mengeksplorasi Metaverse dan memberikan fitur-fitur pengembangan dalam aneka genre game yang populer.

Baca Juga: Shamsi Ali Soroti Politisasi Agama dan Label Radikal terhadap Sebagian Ustadz

Stefan Brambilla Hall, seorang pemimpin projek pada organisasi World Economic Forum (WEF) mengingatkan, artificial intelligent (AI) telah mengubah rantai penting dalam proses bisnis yang bersifat dari ujung ke ujung, yang memiliki konsekuensi positif maupun negatif. AI sebagai salah satu tulang punggung teknologi pada dunia semacam Metaverse, dalam kacamata Stefan telah menghasilkan suatu disrupsi yang luar biasa. Dan karena sifatnya yang virtual, ia mampu menciptakan ruang disrupsi kreatif yang nyaris tanpa batas, dan mendorong munculnya ruang ekonomi baru.

Pandangan dan optimisme bahwa Metaverse atau teknologi semacamnya

Bagaimana bidang lain seperti Human Resources (HR) atau SDM bisa ikut menikmati ruang baru yang tercipta di dunia Meta?

Saya mencatat tiga area pengelolaan sumber daya manusia yang dapat diutilisasi dan dioptimalisasi dengan memanfaatkan teknologi dan platform yang tersedia pada dunia Metaverse.

Pertama, pencarian dan akuisisi talenta. Korporasi maupun birokrasi hari ini harus menyadari kenyataan yang telah berubah dari sisi pasokan sumber daya manusianya. Talenta-talenta yang tersedia di pasar tenaga kerja adalah anak-anak muda yang tidak lagi didominasi oleh milenial.

Bila mana milenial sudah masuk lebih dulu dan masuk ke posisi-posisi menengah dan tinggi di korporasi dan birokrasi, maka pasokan baru tenaga kerja (workforces) sudah didominasi oleh generasi pasca milenial atau sering disebut sentenial.

Mereka yang lahir setelah tahun 2000, adalah generasi yang sama-sama sepenuhnya digital, tetapi berbeda karakternya dengan generasi milenial. Mereka adalah anak-anak mudah yang lahir dari keluarga-keluarga yang relatif lebih makmur, tetapi sekaligus menghadapi tekanan dan tantangan sosial yang lebih berat.

Rhenald Kasali menyebut generasi baru ini adalah generasi yang lebih cerdas dan kuat secara fisik, tetapi lebih rapuh secara mental karena didikan dari keluarga-keluarga yang sangat protektif terhadap anak-anak mereka.

Lebih dari itu, anak-anak ini juga memiliki keterampilan yang lebih terbatas, karena pertumbuhan/perkembangan mereka lebih ditemani dengan perangkat digital berupa gadget/gawai yang sangat mengeksplor pikiran tetapi kurang mengasah keterampilan fisik, terutama tangan.

Kedua, sistem atau struktur bekerja di dalam organisasi. Metaverse dan teknologi yang ada di dalamnya memungkinkan perubahan yang fundamental dalam sistem/cara dan struktur organisasi di dalamnya. Pandemi Covid-19 selama lebih dari dua tahun menyempurnakan sistem kerja yang tadinya konvensional menjadi bersifat hibrid.

Sistem kerja hibrid menjadi pilihan paling realistis, di mana waktu bekerja tidak lagi diikat dalam suatu periode waktu yang kaku (jam 8/9 di pagi hari sampai dengan jam 17/18 di sore hari), dan ruang kerja tidak lagi diharuskan untuk ada di tengah kota dan gedung-gedung perkantoran.

Bekerja secara remote sudah menjadi fenomena yang biasa, sehingga memungkinkan para pegawai bisa bekerja dari mana saja. Kantor-kantor di tengah kota tidak lagi dijejali oleh manusia dan kendaraan yang lalu-lalang pada hari-hari kerja, sehingga organisasi harus merancang ulang penyediaan ruang kerja untuk menghasilkan efisiensi di sisi operasional.

Ketiga, pelatihan dan pengembangan keterampilan. Ruang digital pada Metaverse memberikan interaksi virtual yang sudah menyerupai interaksi fisik, dengan kualitas serta hasil yang tak kalah baik. Interaksi di ruang virtual juga sudah mampu membangun suasana psikologis atau mental yang dibutuhkan sehingga ia mampu memberikan dampak yang sama dengan interaksi secara fisik.

Itulah tiga area yang dapat dieksplorasi lebih jauh oleh para pengelola SDM di korporasi maupun birokrasi, sehingga teknologi baru seperti Metaverse, dapat diadopsi secara lebih smooth untuk kepentingan pengelolaan sumber daya manusia di tempat kerja.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 14 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:52
Ashar
15:13
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)