LANGIT7.ID, Jakarta - Pendiri Majelis Rasulullah, almarhum Habib Munzir bin Fuad Al Musawa pernah mengatakan, kelembutan dan kasih sayang Allah melebihi kemurkaan-Nya. Allah SWT menulis kalimat tersebut di atas arsy-Nya.
"Allah mempunyai kemurkaan, namun kelembutan dan kasih sayang Allah, lebih besar dari pada kemurkaan-Nya," ujar Habib Munzir, dikutip dari Instagram Sulthonul Qulub, Ahad (30/1/2022) pagi.
Habib Munzir menjelaskan, bukti bahwa kasih sayang Allah lebih besar dari murkanya yakni, setiap satu pahala yang seorang muslim perbuat, Allah tulis sepuluh hingga 700 kali. Sedangkan dosa hanya ditulis satu saja.
Baca Juga: Memahami Alam Jin, Punya Fasilitas Seperti Manusia"Berarti kelembutan dan kasih sayang Allah 10 kali lebih besar dari kemurkaan-Nya, atau 700 kali lipat lebih lembut lagi, bahkan lebih dari 700 kali lipat kepada mereka yang dikehendaki-Nya," ujarnya.
Dalam realitas hidup, kasih sayang dan cinta seorang ibu terhadap anaknya adalah sangat besar. Ia rela mengandung selama sembilan bulan, lalu melahirkan buah hatinya dengan mempertaruhkan nyawa. Seorang ibu rela terjaga di malam hari menemani anaknya yang sedang sakit. Ibu selalu memaafkan kesalahan anaknya sebesar apapun kesalahan anaknya.
Namun, ada yang lebih besar dari rasa cinta ibu terhadap anaknya. Yakni kasih sayang dan cinta kasih Allah terhadap hamba-Nya.
Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab radiallahu anhu, ia menerangkan, suatu saat Rasulullah kedatangan rombongan tawanan perang. Di tengah-tengah rombongan tersebut ada seorang ibu yang sedang mencari-cari bayinya yang hilang. Tatkala dia menemukan bayi itu, seketika dipeluknya dengan erat lalu disusuinya.
Baca Juga: Bambang Irawan: Harta Bagi Seorang Muslim Merupakan TitipanMelihat kejadian tersebut, Rasulullah bertanya kepada para sahabat: "Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke tengah kobaran api?" Para sahabat menjawab: "Demi Allah, tentu saja tidak ya Rasul."
Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hambanya dari pada ibu itu kepada anaknya." (Riwayat Bukhari Muslim).
Sebagai muslim sedianya selalu optimis dalam menjalani kehidupan. Tidak boleh seseorang merasa putus asa terhadap rahmat dan ampunan Allah. Karena Allah berjanji akan mengampuni sebesar apapun dosa hambanya selagi ia mau bertaubat dan kembali kepada-Nya.
Wallahu'alam bish shawab.
Baca Juga: Pesantren Darul Fallah Makassar, Kelola Lahan 75 Ha untuk Kemandirian(zhd)