LANGIT7.ID, Jakarta - Bagi seorang muslim harta atau aset kekayaan lainnya semata-mata hanyalah titipan dari Allah SWT. Tidak pantas beagi seorang muslim untuk menyombongkan diri karena memiliki harta kekayaan tersebut. Karena sewaktu-waktu jika Allah berkehendak harta tersebut akan diambilnya kembali.
Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Bambang Irawan mengatakan sikap seorang muslim terhadap hartanya harus mencontoh sikap seorang tukang parkir. Seorang tukang parkir sehari hari menerima titipan ratusan mobil dan motor dengan berbagai merek. Tetapi ia tidak pernah menyombongkan titipannya tersebut.
"Kenapa seorang tukang parkir tidak pernah sombong, karena ia sadar itu bukan miliknya, bahkan ketika satu persatu mobil dan motor itu diambil pemiliknya, tukang parkir tidak pernah merasa kehilangan," ujar Bambang Irawan, dikutip dari tausiyah berjudul "Sikap Muslim Terhadap Hartanya," Sabtu (29/1/2022).
Baca Juga: Teladani Rasulullah, Ini 7 Pola Asuh Islami yang Bisa DiterapkanIa mengatakan jangan jadikan harta sebagai terminal, tetapi hanya sebagai transit tempat lewat sementara. Karena apabila dijadikan terminal maka akan mengundang kecelakaan karena lalai.
Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an Surat At-Takasur ayat satu dan dua: "Bermegah-megah telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur," naudzubillah, karena itu jadikanlah harta yang masuk sebagaimana hukum alam, harus ada yang keluar," ujar Bambang Irawan.
Fenomena Desa Miliarder yang pada Februari 2021 lalu menggemparkan media sosial karena aksi masyarakat membeli mobil baru bersama-sama. Warga desa Tuban itu kaya mendadak karena mendapatkan uang ganti rugi tanah pertanian yang hendak dijadikan lahan Pertamina.
Baca Juga: Kalah Lagi, Barito Putra Sulit Keluar dari Zona DegradasiBaru-baru ini sebagian masyarakat di desa tersebut menyesalkan keputusan yang telah mereka ambil dengan menjual tanah pertanian ke Pertamina. Saat ini mereka tidak memiliki sumber penghasilan bahkan ada yang menjual ternaknya untuk menyambung hidup. Masyarakat di desa tersebut lupa untuk mengelola keuangan dengan baik, bukan hanya menghambur-hamburkan saja karena merasa memiliki banyak uang.
Bambang Irawan mengatakan umat Islam hendaknya memahami bahwa aset seseungguhnya adalah harta yang sudah dikeluarkan di jalan Allah. Harta yang dikeluarkan di jalan Allah seseungguhnya bukan pembiayaan tetapi investasi akhirat.
"Jangan pernah berpikir bahwa harta yang dikeluarkan itu mengurangi, tetapi justru akan menambah harta kita," ujar Bambang Irawan.
Baca Juga: Pulau Cocos, Pulau Berpenduduk Muslim di Australia Barat(zhd)