Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home masjid detail berita

Mensyukuri Nikmat Sehat ala Rasulullah SAW

lusi mahgriefie Selasa, 21 Mei 2024 - 13:00 WIB
Mensyukuri Nikmat Sehat ala Rasulullah SAW
Ilustrasi.Foto/Freepik
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam Islam kesehatan termasuk bagian dari nikmat Allah SWT yang paling besar dan patut disyukuri. Sebab kita tahu bahwa orang yang didera keluhan atau rasa sakit tentu akan merasa kurang nyaman dalam menjalani kehidupan.

Belum lagi kalau harus berobat atau ikhtiar mencari obatnya, tentu harus menyiapkan biaya yang tidak bisa diduga sebelumnya. Oleh karena itu manusia harus banyak bersyukur atas nikmat sehat yang disadangnya, agar pemberian Allah kepadanya semakin bertambah.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat yang Ia berikan kepada hamba-Nya." (HR. Turmudzi dan Hakim, Imam Suyuthi meng-hasan-kannya).

Baca juga: Gak Boleh Sembarangan, Hewan Kurban Harus Penuhi Kriteria Ini

Lalu seperti apa wujud rasa syukur yang harus kita lakukan? Dengan menjaga keberlangsungan nikmat sehat itu sendiri, dengan kata lain memelihara kesehatan secara berkesinambungan.

Apabila kekuatan dan kesehatan saja merupakan nikmat Allah yang besar dan anugerah-Nya yang melimpah, maka sangatlah pantas bagi orang yang diberi rizqi itu untuk menjaganya dan melindunginya dari hal-hal yang membahayakan.

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Ada dua nikmat yang di dalamnya banyak orang tertipu: sehat dan senggang” (HR. Bukhari).

Mengutip dari berbagai sumber, cara menjaga kesehatan dalam Islam yaitu:

1. Memelihara kebersihan.
Dalam hal ini setiap umat muslim dianjurkan untuk rutin mandi, membersihkan mulut termasuk menggosok gigi, memotong rambut dan kuku. Semua itu demi memelihara kebersihan tubuh.

“Bersiwak itu membersihkan mulut dan menyebabkan ridha Tuhan (Allah)”
(HR. Ahmad, Nasa-i, Ibnu Hibban, Hakim. Juga Baihaqi dari „Aisyah ra., dan Ibnu Majah dari Abu Umamah al-Bahily).

Selain kebersihan tubuh, tempat-tempat penting seperti rumah kita, masjid dan sebagainya haruslah menjadi contoh dalam hal perhatian pada kebersihan dan kesehatan. Kebersihan tempat mandi, tempat wudhu, toilet, tempat sepeda, tempat sandal, tempat sampah, lantai dan lain-lain haruslah menjadi prioritas utama.

Wajib hukumnya seorang muslim menjaga kebersihan karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Bahkan diriwayatkan oleh Thabrani dari Hudzaifah bin Usaid, “Barangsiapa mengganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka, maka layak mendapat laknat mereka.”

Hadis lainnya terkait hal ini yaitu “Jauhilah dua kutukan atau dua macam orang yang dikutuk: orang yang membuang kotoran di jalan orang dan di tempat berteduh” (HR.Muslim, Abu Dawud, Ahmad).

2. Olahraga dan menjadi cekatan.
Selain memelihara kebersihan, berolahraga dan bersikap cekatan menjadi cara lainnya untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan olahraga yang baik seperti berenang, menembak (memanah), menunggang kuda, dan lari (atletik).

Hadits Muttafaq 'alaih menyebutkan bahwa Nabi SAW mohon perlindungan kepada Allah dari ketidakberdayaan dan pemalas. Beliau menjadikan bangun pagi dengan bersemangat sebagai sifat seorang mukmin yang multazim (konsekuen pada agamanya).

“Syetan mengikat pada tengkuk salah seorang dari kalian sebanyak tiga ikatan jika ia sedang tidur…” (HR.Bukhari kitab Tahajjud III/24).

Beliau dalam sejarah juga pernah lomba lari dengan Aisyah RA, isteri beliau sendiri.(HR. Ahmad dan Abu Dawud). Semua ini mendidik kita agar membiasakan diri giat dan cekatan, bukan pemalas, dan semua itu menyehatkan tubuh kita.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)