LANGIT7.ID, Denpasar - Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic mengapresiasi kerja keras anak asuhnya saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion I Gusti Ngurah, Rai, Denpasar, Bali, Rabu (2/2) malam. Meski hanya mendapatkan satu poin, hal itu layak disyukuri.
PSIS bermain dengan penuh tekanan sejak menit awal. Akan tetapi, berkat kedisiplinan pemain Laskar Mahesa Jenar, Persebaya kesulitan mencetak gol sampai pertandingan berakhir dan skor tetap bertahan dengan kedudukan 0-0 sampai bubaran laga.
“Meski dengan 15 pemain, tapi starting eleven Persebaya masih aman. Hampir semua pemain intinya bisa main,“ kata Dragan Djukanovic, seusai pertandiangan.
Baca juga:
Klub Minta Kompetisi Liga 1 Tetap Lanjut dengen Prokes Diperketat“Persebaya itu tim yang permainan cepat dan kualitas individual dan teknik yang bagus. Ini tim cukup bagus,” kata dia.
Dragan mengaku cukup senang bisa mendapatkan satu poin dalam pertandingan tersebut. Timnya sejak menit awal berusaha membuat permainan dari Bajul Ijo tidak berkembang, karena jika sampai berkembang akan membahayakan PSIS.
“Pemain bisa menjalankan strategi yang saya inginkan. Kami bermain cukup baik malam ini, hanya memang persoalannya masih belum bisa memanfaatkan peluang yang ada. Jika PSIS memiliki striker yang bagus, target lima besar bisa terwujud,” kata dia.
Terkait dengan absennya Hari Nur Yulianto, Jonathan Cantillana dan Chvaughn Walsh, Dragan hanya menyampaikan bahwa timnya masih mengalami beberapa persoalan mulai dari cedera, positif covid-19 dan pemain yang masih kelelahan setelah membela Timnas Indonesia.
“Kami tidak tergantung dengan satu dua pemain. PSIS ini tim, antar satu pemain dan pemain lainnya bisa saling menggantikan,” katanya.
Baca juga:
Hasil Pertandingan PSIS dan Persebaya Bermain ImbangHal senada disampaikan oleh Aji Santoso, pelati Persebaya. Legenda hidup Timnas Indonesia ini mengaku cukup puas meski hanya mendapatkan satu poin, karena kondisi tim yang sedang dilanda masalah kesehatan. Karena banyak pemain yang tidak bisa tampil, ini membuat fokus pemain turun.
“Tapi alhamdulillah kami tidak kalah, meski kami juga ingin bisa menang. Pagi tadi kami juga tidak sempat meeting, karena harus menunggu hasil tes PCR dulu,” kata Aji.
Menurut Aji, dengan hanya berkekuatan 15 pemain dalam sebuah pertandingan resmi, sangat menyulitkan timnya, karena tidak bisa leluasa mengganti pemain. Jika kondisi normal, dalam laga melawan PSIS ia akan mengganti dua sampai tiga pemain.
“Kami tidak ada cadangan pemain belakang dan pemain depan. Ada Akbar Firmansyah, tapi kondisinya belum maksimal karena hanya latihan lima hari, paling bisa main sebentar,” ujarnya.
“Inilah sepak bola, menguasai jalannya pertandingan belum tentu bisa memenangkan pertandingan,” imbuhnya.
(sof)