LANGIT7.ID - , Jakarta - Kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia. Karena itu mememerlukan intervensi melalui vaksinasi sebagai pencegahan primer.
Konsultan Onkologi Ginekolog dan Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), dr. Brahmana Askandar mengatakan data dari Global Burden Cancer (GLOBOCAN) 2020, ada 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dan membunuh 57 perempuan setiap harinya.
Baca juga: Dokter Muslim Telah Temukan Obat Kanker Sejak Abad ke-12“Artinya, lebih dari 21.000 keluarga di Indonesia setiap tahunnya ditinggalkan oleh ibu, anak perempuan atau istri karena kanker serviks," kata dr Brahmana melalui keterangan tertulis.
Angka kasus ini mengakibatkan beban sosial besar bagi kelangsungan dan kesejahteraan keluarga Indonesia. Ia menambahkan, human papillomavirus (HPV) adalah penyebab utama dari kanker serviks.
"Secara medis diketahui HPV adalah penyebab utama kanker serviks dan dapat dicegah melakui vaksinasi HPV" kata dr Brahmana.
Dalam kesempatan tersebut, konsultan onkologi dan ginekologi dr. Andrijono mengatakan vaksinasi HPV terbukti berhasil menurunkan angka kasus kanker serviks 40 persen.
Baca juga: 6 Selebriti Tanah Air Ini Berhasil Jadi Penyintas Kanker"Rekomendasi vaksinasi HPV juga sejalan dengan strategi global WHO untuk eliminasi kanker serviks pada tahun 2030, dengan target pengurangan kejadian kanker serviks menjadi kurang dari 4 per 100.000 wanita," jelasnya.
Kementerian Kesehatan memiliki target untuk menurunkan kasus kanker serviks dari 24,2 menjadi 4 per 100 ribu pendudukan. Sekaligus juga menurunkan kematian kanker payudara sebesar 2,5 persen per tahun hingga tahun 2024.
(est)