LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap tahun, Hari Kanker Sedunia (
World Cancer Day) diperingati pada 4 Februari. Tujuan utama peringatan ini adalah meningkatkan kesadaran manusia terhadap kanker.
Peringatan yang juga memiliki peran penting dalam pendorong segala upaya pencegahan, deteksi, dan pengobatan terhadap kanker ini digelar pada Jumat 4 Februari 2022. Penyakit ini sudah ada bahkan pada era kejayaan peradaban Islam. Bahkan, dulu para dokter-dokter muslim telah berhasil menemukan penyakit tersebut.
Adalah al-Baitar, seorang ilmuwan muslim abad ke-12 M yang berhasil menemukan ramuan herbal untuk mengobati kanker bernama Hindiba. Ramuan Hindiba yang ditemukan al-Baitar itu mengandung zat antikanker. Ramuan itu juga bisa menyembuhkan tumor dan gangguan-gangguan neoplastik.
Fakta tersebut berhasil dibuktikan oleh Kepala Departemen Sejarah dan Etika, Universitas Istanbul, Turki, Prof Nil Sari. Ia mencatat penemuan sejarah itu dalam karyanya berjudul
Hindiba: A Drug for Cancer Treatment in Musim Heritage.
Nil Sari dan sejumlah dokter lainnya telah melakukan pengujian secara ilmiah. Mereka bahkan telah mematenkan Hindiba yang ditemukan al-Baitar. Hindiba telah dikenal para ahli pengobatan (farmakologis) muslim, serta herbalis di dunia Islam.
"Umat Islam telah menggunakan ramuan untuk menyembuhkan kanker jauh sebelum dokter di dunia Barat menemukannya," tulis Nil Sari, dikutip Jumat (4/2/2022).
Secara ilmiah, kata Nil Sari, Hindiba memiliki kekuatan untuk mengobati berbagai penyakit. Ramuan itu bisa membersihkan hambatan yang terdapat pada saluran-saluran kecil di dalam tubuh, khususnya dalam sistem pencernaan. Tapi, domain paling populer adalah kekuatan ramuan itu yang dapat menyembuhkan tumor.
Untuk melacak khasiat dan ramuan Hindiba, Nil Sari melakukan penelitian terhadap literatur pengobatan masa lalu. Ia melacak dua masterpiece ilmuwan muslim, yakni Ibnu Sina lewat
Canon of Medicine serta ensiklopedia tanaman yang ditulis al-Baitar.
"Ketika melihat teks lama secara lebih dekat, kami melihat adanya kebenaran yang sedikit sekali kami ketahui tentang ramuan tanaman (herbal) di masa lalu," kata Nil Sari.
Dalam teks peninggalan kejayaan Islam itu dijelaskan, Hindiba dan berbagai jenis herbal lainnya dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni herbal yang dikelola dan herbal yang tak diolah.
Keampuhan pengobatan kanker dengan menggunakan Hindiba didasarkan atas pertimbangan teoritis pengobatan, yakni efek obat-obatan medis beroperasi sesuai dengan sifat dari konstituen.
Nil Sari mengatakan, konstituen yang dihasilkan dari dekomposisi akan memiliki efek yang disebut energi. Potensi kualitas panas dan dingin dalam sifat obat akan keluar sebagai hasil dekomposisi dalam tubuh.
Komponen aktif komponen alami yang panas akan segera bereaksi, akan tersebar melalui jaringan secara efektif. Konstituen panas bereaksi sebelum konsisten dingin dan membersihkan hambatan dalam saluran-saluran kecil pada bagian tubuh dan memperlancar penyebaran konstituen dingin. Unsur dingin itu lalu datang dan mulai menjalankan fungsinya.
(jqf)