LANGIT7.ID, Jakarta - Mufti Agung Mesir, Syaikh Ali Jum'ah, memotivasi para pencari ilmu yang tidak menemukan guru untuk belajar atau berada di daerah yang tak terdapat ulama. Para ulama menyebut kondisi seperti itu dinamakan 'Petunjuk Tuhanku', karena tidak ada yang mendidik.
Salah satu satu solusi dari masalah ini adalah memperbanyak shalawat kepada baginda Rasulullah SAW. Minimal, kata dia, bershalawat kepada nabi sebanyak 1000 kali setiap hari. Para pakar fikih dan ushul fikih mengatakan 'melakukan yang paling ringan dari dua kerugian'.
"Artinya, hingga kita melakukan sesuatu," kata Syaikh Ali Jum'ah, dikutip kanal
Sanad Media, Ahad (6/2/2022).
Hal itu dikarenakan yang paling sempurna adalah menerima ilmu dan dzikir dari seorang guru. Ada seorang mursyid yang menunjukkan pada jalan kebenaran, meluangkan waktu untuk mengajar, membantu mengatasi permasalahan, dan memberi solusi atas setiap kendala.
JIka tidak ada guru, dalam arti tidak menemukan atau tidak mempercayai seseorang atau tinggal di negara yang tidak memiliki ulama, maka solusi paling agung adalah memperbanyak shalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Ini karena shalawat merupakan kunci untuk sampai kepada Allah Ta'ala.
"Begitu komentar para ulama atas shalawat kepada Nabi. Shalawat adalah kunci sampai kepada Allah. Engkau akan mendapati hal yang mengagumkan. Allah mengarahkanmu, menunjukkanmu, dan sebagainya," kata Syaikh Ali Jum'ah.
Kadang, seorang pelajar berada jalan yang sempurna dalam menuntut ilmu, kadang pula hanya sebagian saja. Namun, bagaimanapun itu shalawat menjadi perantara paling utama ketika tidak menemukan guru.
"Shalawat adalah perantara paling utama ketika kita tidak menemukan guru yang mendidik yang mengetahui Allah, yang alim yang menunjukkan kepada Anda kepada Allah," ucapnya.
(jqf)