LANGIT7.ID, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menilai pengembangan kemandirian ekonomi pesantren memiliki peran sangat penting dalam membangun basis ekonomi nasional yang kuat.
Perry lalu menyampaikan tiga prasyarat kemajuan bisnis ekonomi dan keuangan pesantren dengan pendekatan manajemen ekonom dan bisnis modern.
Pertama, keuletan dan daya tahan.
Kedua, memperkuat jejaring/silaturahmi bisnis.
Ketiga, memperkuat pengetahuan dan pemberdayaan ekonomi pesantren melalui Ekosistem Rantai Nilai Halal.
"Pengembanan kemandirian ekonomi pesantren menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif," kata Perry, dikutip laman resmi BI, Senin (7/2/2022).
Perry menyebut BI telah menyertakan peran pesantren dalam salah satu pilar cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pilar itu yakni penguatan ekonomi syariah melalui program peningkatan kelembagaan, salah satunya melalui kemandirian ekonomi pesantren.
Program pengembangan kemandirian pesantren diharapkan dapat mendorong pesantren sebagai penggerak utama dalam ekosistem rantai nilai halal. Selain itu, sinergi dan linkage dengan UMKM dan korporasi juga perlu terus dilakukan.
"Untuk semakin memperkuat peran pesantren dalam pengembangan ekosistem rantai nilai halal," ucap Perry.
Kebijakan pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) BI merupakan bagian dari bauran kebijakan BI, termasuk sebagai bentuk respons kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional saat ini.
Dalam upaya pengembangan EKSyar, BI bersama pemangku kepentingan lainnya akan senantiasa bersinergi dalam membangun rantai nilai halal (
halal value chain). Itu melalui pengembangan industri halal di sisi
input, produksi, proses produksi, dan pemasaran.
"Beberapa inisiatif, kolaborasi, dan sinergi telah dilakukan termasuk dengan pesantren yang memiliki potensi yang sangat besar sebagai pelaku industri halal ke depan," kata Perry.
(jqf)