Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Saat Anak Positif Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Fifiyanti Abdurahman Senin, 07 Februari 2022 - 14:16 WIB
Saat Anak Positif Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
Orang tua dan anak yang sedang isolasi mandiri di rumah tinggal. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pemerintah melaporkan tambahan kasus COVID-19 sebanyak 36.057 kasus pada Minggu (6/2/2022). Tak hanya orang dewasa, infeksi virus Corona bisa juga menyerang anak-anak.

Spesialis anak dr. Kurniawan Satria Denta, M,Sc,Sp.A mengatakan dalam satu minggu terakhir ini, dirinya menghadapi lonjakan pasien anak positif Covid-19. Kebanyakan pasien yang datang tidak memiliki gejala atau bergejala ringan.

Baca juga: Waspada, Penyintas Covid-19 Masih Bisa Terinfeksi Lagi

"Kebanyakan tanpa gejala atau gejala ringan, sehingga hanya sedikit yang harus saya rawat di rumah sakit. Kebanyakan yang dirawat juga karena memiliki komorbid tertentu sehingga membutuhkan pemantauan lebih ketat di rumah sakit." kata dr Denta melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Senin, (7/2/2022).

Selanjutnya, dr Denta menjelaskan gejala yang diderita pasien anak sama dengan orang dewasa. Umumnya pasien akan merasakan demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, mual atau muntah, diare, lemas dan sesak napas.

Menurut dia, para orang tua harus selalu mencari tahu status Covid 19 pada anak maupun anggota keluarga. Jika ada yang positif maka segera lakukan konsultasikan ke dokter.

"Mau gejalanya muncul atau tidak, selalu konsultasi ke dokter, tidak perlu ke rumah sakit jika tanpa gejala karena kan ada layanan telemedisin yang bisa diakses sewaktu-waktu. Atau, hubungi puskesmas terdekat agar bisa mendapatkan arahan lebih lanjut," ucapnya.

Lalu, dr Denta mengatakan ada beberapa syarat pasien positif yang bisa melakukan isolasi mandiri, seperti tidak bergejala. Kemudian jika bergejala, menunjukkan gejala ringan, misalnya batuk, pilek, demam, diare, dan muntah. Patokan gejala ringan adalah jika terdapat gejala tapi anak masih aktif, masih mau makan dan minum.

Baca juga: Kemenkes Waspadai Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19 dalam 2-3 Pekan ke Depan

"Syarat lain, seperti lingkungan rumah atau kamar memiliki ventilasi yang baik. Lalu ada pengasuh atau orang dewasa yang bisa memonitor kondisi anak selama isolasi mandiri. Untuk pengasuh, jika ada anggota keluarga yang positif Covid dan isoman juga, anak bisa diasuh bersama mereka," imbuhnya.

"Jika di rumah hanya anak yang isoman dan orang dewasa lainnya negatif covid, pilih pengasuh yang tidak memiliki komorbid penyakit lain. Bukan lansia, dan sebaiknya yang sudah divaksin covid," tambahnya.

Namun, dr Denta menambahkan, ketika pengasuh atau orang tua negatif Covid, anak tetap bisa diasuh dengan prokes ketat. Selalu menggunakan dobel masker, cuci tangan sebelum dan sesudah mengasuh anak, dan jika tidur di kamar yang sama. Pisahkan tempat tidur atau kasur terpisah dengan jarak minimal dua meter.

Lantas, apa yang harus di siapkan ketika anak melakukan isolasi mandiri?

"Pertama, tentukan siapa yang mengasuh dan memonitor anak. Kedua, tingkatkan pengetahuan tentang tanda bahaya. Ketiga, lakukan sistem monitoring harian gejala anak. Keempat, sediakan obat-obatan, multivitamin, serta alat-alat pendukung lain. Kelima, kontak emergency jika terjadi kegawatan seperti dokter keluarga atau dokter anak atau fasilitas kesehatan terdekat dan lainnya," katanya.

Kemudian, ketika adanya tanda bahaya seperti anak makin lemas, lebih banyak tidur, napas cepat, ada cekungan di dada anak, hidung kembang kempis, saturasi oksigen kurang dari 95 persen, mata merah, ruam, leher bengkak, demam lebih dari tujuh hari (Demam suhu terukur >38 C), kejang, tidak bisa makan dan minum, mata cekung, BAK berkurang, dan terjadi penurunan kesadaran, segera konsultasikan ke dokter atau bawa anak ke IGD fasilitas kesehatan terdeka.

Terkait napas cepat, dr Denta mengatakan hitung napas anak berapa kali dalam satu menit.

Baca juga: 12 Permain Terpapar Covid-19, PSIS Mampu Imbangi Persik Kediri

"Adapun yang termasuk napas cepat jika usia kurang dari 2 bulan dan bernapas lebih dari 60 kali per menit. Lalu usia 2 sampai 11 bulan dan bernapas lebih dari 50 kali per menit. Kemudian usia 1 sampai 5 tahun bernapas lebih dari 40 kali per menit, dan usia 5 tahun yang bernapas lebih dari 30 kali per menit," tuturnya.

Terkait protokol isolasi mandiri, dr Denta yang praktik di klinik spesialis anak di bilangan Jakarta Selatan ini, pasien harus tetap di rumah kecuali ada kegawatan.

"Selain itu, gunakan masker seluruh anggota keluarga, anak di bawah 2 tahun tidak perlu menggunakan masker. Jaga jarak, cuci tangan rutin, menerapkan etika batuk dan bersin (selalu menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin, cuci tangan dengan sabun begitu selesai batuk atau bersin), periksa suhu tubuh, saturasi oksigen, nadi, laju napas minimal di pagi dan sore hari," ucapnya.

"Bayi tetap diberikan ASI dengan prokes ketat, anak-anak harus diberikan asupan makanan bergizi. Beberapa makanan terbaik yang bisa diberikan pada anak misalnya, sup ayam lengkap dengan sayuran, atau makanan berkuah lainnya," tambahnya.

Sampai kapan isolasi mandiri dilakukan?

Menurut dokter Denta, gejala Covid 19 umumnya akan hilang setelah 14 hari. Jika tidak bisa melakukan evaluasi swab PCR atau antigen ulang, isolasi mandiri bisa dihentikan setelah 10 hari plus 3 hari bebas gejala.

"Pada beberapa pasien, bisa jadi gejalanya muncul lebih dari 14 hari. Untuk kasus-kasus seperti ini, dokter yang akan menentukan jangka waktu isolasi mandirinya," tutupnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)