LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesehatan, dr. Agus Taufiqurrahman, menyebut bahwa kluster keluarga menjadi yang tertinggi dalam penularan Covid-19 daripada kluster-kluster yang lain.
Keluarga harus bisa menjadi benteng pencegahan penularan Covid-19 pada anak. Sebab, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari Januari ke Februari 2022 ini, kasus Covid-19 kepada anak naik 10 kali lipat atau 1000 persen lebih.
Anak merupakan kelompok rentan yang dapat terinfeksi Covid-19. Banyak dari mereka yang tidak menunjukkan gejala atau bergejala ringan seperti demam, kelelahan, dan batuk. Oleh karena itu, anak yang terkonfirmasi positif harus menjalani isolasi mandiri di rumah untuk mencegah penularan.
“Maka peran keluarga di sini, 8 fungsi ini menjadi penting untuk pencegahan covid-19 khususnya varian omicron ini,” tutur dr. Agus mengutip Peraturan Pemerintah RI No 21 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera.
Fungsi-fungsi tersebut di antaranya yang pertama adalah keagamaan. Menurutnya, fungsi keagamaan bukan sekedar membangun semangat beribadah di keluarga, melainkan juga pemahaman keagamaan yang benar terhadap pandemi Covid-19.
Sebab kerap terjadi, karena pandangan keagamaan yang salah terhadap pandemi ini, keluarga salah dalam merespon Covid-19 termasuk merespon vaksin.
“Tidak ada agama yang kemudian membolehkan penganutnya itu mengikuti jejak fatalis. Semuanya menghendaki ikhtiar, menghendaki usaha, karena Tuhan akan memberikan jalan bagi hambanya yang sungguh-sungguh,” ucapnya.
Kedua, fungsi sosial budaya, bahwa keluarga harus memiliki sosial budaya yang bersih dan sehat di dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ketiga adalah fungsi cinta kasih, yang mengajarkan bahwa sebagai anggota keluarga tidak boleh membawa bahaya kepada anggota keluarga yang dicintai.
Keempat, fungsi perlindungan, menjadikan rumah sebagai tempat berlindung. Kelima, fungsi reproduksi yang penting agar keluarga tidak menjadi semakin berat dalam menghadapi masa sulit akibat pandemi Covid-19.
Keenam adalah fungsi sosialisasi dan pendidikan yaitu terkait dengan pola keluarga mendidik dengan baik, benar dan akhirnya membawa kepada perilaku yang benar dalam merespons. Ketujuh, fungsi ekonomi adalah bagaimana keluarga menjaga ekonomi tetap baik di tengah situasi sulit.
“Yang terakhir (delapan) adalah keluarga harus menjadi pembinaan lingkungan. Maka keluarga-keluarga yang tangguh itu harus menjadi pelopor perilaku hidup yang benar di masa pandemi sekarang ini,” tuturnya.
(jqf)