LANGIT7.ID-, Jakarta - - Sepasang suami istri mempertaruhkan segalanya, mulai dari berhenti dari pekerjaan, hingga menjual rumah demi bisa berkeliling dunia bersama ketiga anak mereka. Namun siapa sangka ternyata petualangan tersebut justru telah menyelamatkan mereka sebagai sebuah keluarga.
Adalah Chris dan Tamira Hutchinson, sepasang suami istri yang berasal dari kota kecil bernama, Corby di Northamptonshire, Inggris. Keduanya seorang pekerja yang "hidup dari gaji ke gaji" dan hampir tidak pernah menghabiskan waktu Bersama keluarga di rumah.
![Pasutri Ini Rela Pertaruhkan Hidup Demi Keliling Dunia, Kini Kehidupan Mereka Justru Lebih Baik]()
Sebuah keputusan besar diambil, Chris dan Tamira memutuskan menjual rumah dengan tiga kamar tidur milik mereka, sekira dua tahun lalu. Kemudian mereka langsung menuju bandara untuk memulai hidup baru bersama ketiga putri mereka, Olivia (10), Scarlett (8), dan Bella (4).
"Sebagai sebuah keluarga, kami cukup hancur. Namun sekarang kami mewujudkan impian kami," kata Chris, melansir
bbc.com, Senin (17/2/2025).
Meskipun bekerja keras setiap hari, Chris sebagai pelatih pribadi dan Tamira sebagai guru renang, mereka tidak dapat mengimbangi biaya hidup di Inggris.
![Pasutri Ini Rela Pertaruhkan Hidup Demi Keliling Dunia, Kini Kehidupan Mereka Justru Lebih Baik]()
“Kami hanya memiliki satu mobil, tidak lagi berlangganan Sky TV (saluran TV berbayar), kami tidak pergi berlibur, tapi tagihan terus naik,” kata Tamira.
"Kami hanya makan bersama sekeluarga sebulan sekali karena kami tidak punya waktu. Kami hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup."
Lalu pada masa Covid-19, mereka pertama kali berbicara tentang berjualan dan berkeliling dunia. “Kami mempunyai kesempatan untuk bernapas dan kami menyadari bahwa kami tidak ingin kembali ke kehidupan yang kami jalani,” kata Chris.
Pasangan ini menjual rumah mereka pada tahun 2022 tetapi penjualannya memakan waktu lebih lama dari yang mereka, perkirakan hingga membuat mereka hampir membatalkan rencana tersebut. Saat akhirnya terjual pada Mei 2023, mereka langsung meluncur ke Bandara Heathrow, London.
“Malam terakhir kami di rumah, kami semua tergeletak di lantai karena semua perabotan kami telah terjual,” kata Chris.
“Kami tidak punya uang untuk memesan penerbangan sampai kami mendapat uang tunai dari rumah, jadi kami pergi ke hotel dekat Heathrow dan memesan penerbangan ke Kuala Lumpur (Malaysia). iItu adalah risiko yang sangat besar. Kami pikir ini mungkin tidak akan berhasil dan kami mungkin ingin pulang, tapi kami tidak pernah melihat ke belakang."
Mendadak Terkenal di ChinaKeluarga ini tak ingin perjalanan mereka "menguap" begitu saja. Mereka kerap mengabadikannya lewat video dan dibagikan melalui media sosial.
Chris kemudian belajar sendiri videografi, sebelum mereka berangkat. Sehingga dia dapat mendokumentasikan perjalanan mereka di media sosial, yang telah menjadi sumber pendapatan terbesar mereka.
“Kami sudah membuat video tentang kehidupan keluarga, tapi kami tidak memiliki banyak pengikut,” jelas pria berusia 36 tahun itu. “Kami mempunyai 7.000 pelanggan di YouTube, namun sekarang kami memiliki 100.000 pelanggan, dan kami memiliki sekira 12.000 pelanggan di TikTok, sedangkan saat ini kami memiliki 250.000 pelanggan.”
Setelah menjelajahi Malaysia, mereka melanjutkan ke Thailand, Vietnam, Filipina, China, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Indonesia, dan Qatar.
![Pasutri Ini Rela Pertaruhkan Hidup Demi Keliling Dunia, Kini Kehidupan Mereka Justru Lebih Baik]()
Meski perjalanan mereka terkesan "luar biasa", namun ada masa-masa sulit yang pasti terjadi. Misalnya Tamira terkena demam berdarah di Thailand, kartu kredit keluarga mereka tertelan mesin di Vietnam dan mereka berlima terkena penyakit saat tinggal di asrama di Filipina.
“Masa sulit lainnya adalah ketika kami tersesat di Tiongkok. Kami berjalan-jalan dengan semua harta benda kami pada dini hari, dan
g-map kami tidak berfungsi. Namun kami akhirnya menemukan hotel dan kami dapat menertawakannya sekarang,” ungkap Tamira.
Tak Yakin Akan PulangKeluarga Hutchinson mengatakan mereka telah merencanakan lima tahun ke depan, dengan perjalanan ke Dubai, Australia, India, Sri Lanka dan Kamboja dalam rencana tahun ini.
Kemungkinan lain, mereka akan kembali ke Inggris untuk sementara Waktu, namun tidak ada rencana untuk kembali secara permanen karena mereka menganggap kualitas hidup mereka kini jauh lebih baik.
Pasangan ini menerima banyak pesan yang meminta nasihat dan mengatakan mereka berharap dapat menginspirasi orang tua lainnya.
“Ini bukan soal keindagan setiap saat, tetapi jika Anda adalah orang yang menyukai tantangan dan senang menghabiskan waktu bersama keluarga, lakukanlah. Anda tidak akan pernah tahu sampai Anda mencobanya,” kata Tamira.
“Itu adalah mimpi dan kami mewujudkannya,” tambah Chris. "Sebagai sebuah keluarga, kami mencintai setiap momen dan kami mampu menghadapi tantangan."
(lsi)