LANGIT7.ID, Jakarta - Selain kemampuan fisik dan ketahanan mental, keberhasilan parajurit dalam berjuang di medan tempur juga didukung oleh kekuatan spiritual. Kedisiplinan dalam beribadah akan mempermudah seorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
Demikian disampaikan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad saat bersilaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan, baru-baru ini. Pada agenda tersebut, Mayjen Andi mengaku sedang menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis dan berbuka bersama para ulama yang hadir.
Pandam mengaku, puasa sunah Senin dan Kamis menjadi rutinitas ibadah yang didawamkannya. Andi Muhammad mengatakan, puasa dapat menjadi sarana latihan kedisiplinan bagi seorang prajurit.
Baca Juga: Bingung Pilih Ilmu Agama atau Ilmu Umum? Ini SolusinyaKedisiplinan, menurut dia, tak hanya soal waktu saja tetapi juga disiplin ibadah. Seorang Muslim harus adil membagi waktunya untuk kegiatan dunia dan akhirat.
Pada kesempatan sama, cucu pahlawan nasional A Mappanyuki itu juga menuturkan pengalamanya saat bertugas menghadapi konflik di Aceh. Kekuatan doa menjadi kunci keberhasilan pasukannya di Aceh sehingga gejolak atau peristiwa konflik segera pulih.
Baca Juga: Bolehkah Shalat Sambil Membaca Al-Quran? Ini Pandangan Ulama"Dalam situasi genting saya menugaskan beberapa anggota saya untuk tidak berperang. Mereka ditugaskan untuk tetap di masjid untuk berdoa meminta petunjuk Allah, melalui wasilah dzikir dan doa keadaan pun pulih kembali. Anggota yang berdzikir di masjid tidak ada satupun yang diserang,” ujarnya dihadapan pengurus MUI Sulsel.
Selain menerapkan kedisiplinan militer, panglima Kodam kelima berdarah Bugis Makassar ini juga ingin menerapkan kedisiplinan di lingkungan militer dengan shalat tepat waktu dan berjamaah di masjid.
Baca Juga: Ini Daftar Waktu dan Kondisi Mustajab untuk Berdoa(zhd)