LANGIT7.ID, Gianyar - PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan bahwa kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 tetap dilanjutkan meski terjadi badai Covid-19 yang melanda banyak pemain. Opsi tetap melanjutkan kompetisi ini sebelumnya sudah diputuskan dalam rapat darurat pada Jumat (4/2).
Hal itu disampaikan oleh Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, saat menggelar manager meeting guna membahas beberapa dinamika penting yang terjadi selama seri keempat yang berlangsung di Pulau Bali, pada Rabu (9/2) yang diikuti oleh perwakilan 19 klub Liga 1.
“Kami informasikan bahwa kompetisi tetap berjalan terus dan kondisi evaluasi atau penundaan dilakukan match by match sesuai regulasi BRI Liga 1 2021/2022,” ujar Direktur Operasional PT LIB Sudjarno, dikutip Rabu (9/2).
Baca juga: Banyak Pemain Persija Terpapar Covid-19, Laga Kontra Madura United DitundaPemerintah melalui Kementerian Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Kemenko Marves telah memantau secara intensif perkembangan yang terjadi selama kompetisi Liga 1.
PT LIB menyampaikan bahwa Kemenko Marves tetap mendukung langkah PSSI dan PT LIB untuk melanjutkan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 sesuai jadwal dan venue yang ditetapkan.
Pemerintah juga menyarankan peningkatan disiplin protokol kesehatan yang lebih ketat, selama kompetisi bergulir untuk mengurangi penyebaran covid.
“Kemenko Marves juga menyampaikan jika terjadi dispute atas hasil PCR, maka meminta LIB untuk memberikan opsi kedua di lab berbeda, namun tetap dengan list lab test yang ditentukan LIB setelah dipastikan sesuai dengan standar. Dan klub menjalaninya dengan biaya sendiri,” kata Sudjarno.
Manajer Persebaya Surabaya Candra Wahyudi menyampaikan, meski bisa dilakukan second opinion dalam hal tes swab PCR antigen kepada para pemain yang akan bertanding, namun dalam regulasi Liga 1 2021/2022 tidak mengatur hal tersebut.
Baca juga:12 Permain Terpapar Covid-19, PSIS Mampu Imbangi Persik Kediri“Seharusnya ini menjadi perhatian, karena meski PT LIB membolehkan klub melakukan tes PCR sendiri, namun tidak ada dalam regulasi yang mengaturnya,” katanya di Channel Jebreeetmedia.
Menurut Candra, kompetisi Liga 1 2021/2022 akan terjadi penurunan kualitas jika banyak pemain yang positif Covid-19 sehingga klub terpaksa harus memainkan para pemain muda yang minim jam terbang.
“Memang seharusnya kompetisi ditunda beberapa pekan, baru dilanjutkan kembali. Biar pemain dalam satu tim benar-benar terbebas dari covid,“ ujar Candra.
(sof)