LANGIT7.ID - , Jakarta - Merujuk data Global Burden Cancer (GLOBOCAN) tahun 2020, menempatkan kasus kanker meningkat menjadi 19,2 juta kasus dengan tingkat kematian sebesar 9,9 juta. Sementara, kasus kanker payudara di seluruh dunia menempati urutan pertama dengan jumlah kasus baru 2,3 juta dan 680 ribu laporan kematian.
Di Indonesia sendiri, kasus baru pada kanker payudara mendekati 66 ribu dengan tingkat kematian lebih dari 22 ribu jiwa. Tingginya angka kematian dari kasus kanker payudara disebabkan, 70 persen penderita yang mengetahui sudah dalam kondisi stadium lanjut.
Baca juga: Riana Trish: Saya Menyebut Kanker sebagai Sebuah Keajaiban"Saat ini 65-70 persen pasien kanker payudara datang ketika sudah memasuki stadium tiga hingga empat," sebut Ketua PP Peraboi, dr. Walta Gautama dalam acara "Talkshow Kanker Payudara dan Kanker Tiroid: Kiprah YKPI dan Pita Tosca" di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (9/2/2022), kemarin.
Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) memiliki metode SADARI atau Periksa Payudara Sendiri untuk mendeteksi dini kanker payudara atau stadium awal. Ketua Umum YKPI, Linda Gumelar mengatakan pihaknya terus mendorong agar masyarakat melakukan deteksi dini secara mandiri.
"Jika segera ditangani, kesempatan untuk bertahan hidup akan lebih besar. Bahkan, jika terdeteksi pada stadium awal, angka harapan hidupnya bisa mencapai 95 persen," jelas Linda.
Artinya, secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas hidup pasien dan menekan angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia.
Sebelumnya, YKPI memberikan pelatihan Sadari di Manado yang diikui oleh 183 peserta dari Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, BKN Sulawesi Utara, dan berbagai daerah lainnya.
Baca juga: Zaskia Mecca: Kanker Serviks Ibarat Pembunuh dalam Diam"Tujuan acara tersebut untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara. Sekaligus untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya skrining dan deteksi dini kanker payudara," kata Linda dalam keterangannya.
Linda berharap, peserta dapat menyebarluaskan metode Sadari di masyarakat dan rutin melakukannya setiap bulan.
"Sehingga apabila terasa ada benjolan segera konsultasi ke dokter untuk segera ditindaklanjuti. Diharapkan tidak ada lagi pasien kanker payudara datang dalam kondisi stadium lanjut," pungkas Linda.
(est)