LANGIT7.ID, Jakarta - Keistimewaan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas di waktu Ashar sebanyak tiga kali merupakan sunnah Rasullullah, diawali dengan bacaan ayat kursi.
Setelah shalat Ashar, seorang muslim dianjurkan membaca
dzikir petang. Bacaan doa-doa tersebut diawali dengan ta'awudz, ayat kursi dan tiga surat terakhir Al-Quran tersebut.
Baik Al-Ikhlas Al-Falaq dan An-Nas, masing-masing dibaca tiga kali. Bilangan ini sesuai dengan perkataan Rasulullah: "Barangsiap membaca surat tersebut di setiap pagi dan sore hari, maka (ketiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu, yakni mencegah dari berbagai kejahatan." (HR Abu Dawud).
Baca Juga: Dzikir Sore Hari, Sambil Beraktivitas Bisa Amalkan Bacaan IniKetiga surah tersebut bermakna memohon perlindungan dan mentauhidkan Allah subhanahu wata ala. Seorang hamba juga meminta agar dijauhi dari keburukan, termasuk was-was setan.
Dari hadist di atas, bacaan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas bisa dibaca mengiringi dzikir pagi sore. Selain itu ada tiga waktu terbaik membaca surat-surat tersebut:
1. Setiap selesai shalat"Rasulullah SAQ memerintahkan padaku untuk membaca muawwidzatain di akhir shalat (sesudah salam)". (HR An-Nasai dan Abu Dawud). Muawwidzatain ini berarti surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.
2. Sebelum tidur"Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surah Al-Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surah Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surah An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari).
3. Saat akan meruqiyahBacaan surat an-Naas, al-Falaq, dan al-Ikhlas juga bica menjadi doa dan wirid penyembuhan ketika sakit. Dalam potongan hadist di atas: "Aisyah berkata, 'Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur)." (HR Bukhari).
(bal)