LANGIT7.ID, Jakarta - Ada kisah seorang
sahabat Nabi Muhammad SAW yang selalu membaca surat Al Ikhlas di setiap rakaat salatnya. Motifnya ternyata karena cinta kepada Allah SWT.
Pendakwah asal Malaysia, Ustadzah Asma Harun mengatakan, dalam kitab tafsir Ibnu Kasir, kisah ini riwayat yang shahih. Ada seorang sahabat yang gemar membaca surat Al Ikhlas di setiap salatnya.
"Jadi dia selalu membaca surat Al Ikhlas setelah Al Fatihah, lalu ditutup dengan surat yang lain. Terkadang dia baca surat yang lain dulu, lalu diakhiri dengan Al Ikhlas," kata Ustadzah Asma Harun dalam kajian virtualnya dikutip
Langit7, Rabu (21/12/2022).
Kisah lengkap ini diriwayatkan oleh
Imam al-Bukahri dalam kitab Sahih al-Bukhari.
Nabi SAW pernah mengangkat seorang lelaki sebagai pemimpin pasukan khusus untuk melakukan suatu tugas.
Lelaki tersebut melaksanakan tugas dengan baik, namun ada kejadian cukup janggal. Sahabat tersebut selalu membaca
surat Al Ikhlas dalam bacaan salatnya.
Sepulang tugas, anggota pasukan khusus itu mengadukan hal ini kepada Nabi SAW. Lalu Rasulullah bersabda: "Tanyakanlah kepadanya, mengapa dia melakukan hal itu (membaca surat Al Ikhlas)?"
Baca Juga: Memahami Tafsir Surat Al Ikhlas tentang Keesaan AllahLalu mereka bertanya kepadanya, dan ia menjawab, "Karena di dalamnya disebutkan sifat Tuhan Yang Maha Pemurah, dan aku suka membacakannya dalam salatku."
Setelah hal itu disampaikan kepada Nabi SAW, beliau bersabda: "Sampaikanlah kepadanya, bahwa Allah menyukainya." Cerita ini ada di 'Kitab Shalat' Imam al Bukhari.
Kisah lain berkenaan kecintaan salah seorang sahabat terhadap surah al-Ikhlas diriwayatkan dari Ubaidillah dari Sabit, dari Anas RA.
Disebutkan bahwa dahulu pernah ada seorang lelaki menjadi imam suatu jamaah di Masjid Quba dan ia selalu membaca surat al-Ikhlas pada setiap rakaat.
Selepas melaksanakan shalat, para sahabat bingung dan penasaran kenapa sang imam membaca surat al-Ikhlas pada setiap rakaat bahkan sekalipun pada saat yang bersamaan ia juga membaca surat lain.
Baca Juga: Makna Surat Al-Baqarah Ayat 155: Solusi Islam Hadapi ResesiLantas sebagian sahabat Nabi Muhammad SAW berinisiatif untuk menanyakan hal tersebut kepadanya dengan tujuan mencari penjelasan logis dan argumentatif.
Mereka berkata sang imam, "Sesungguhnya engkau telah membaca surat ini (surah al-Ikhlas), tetapi kelihatannya engkau merasa tidak cukup dengannya, lalu engkau baca surat lainnya sebagai tambahan.
Maka alangkah lebih baik jika engkau baca surat ini saja, atau engkau tinggalkan surat ini dan membaca surat lainnya tanpanya."
Lelaki itu menjawab, "Aku tidak akan meninggalkannya (surah al-Ikhlas) apapun alasannya. Jika kalian mau menjadikan diriku sebagai imam kalian, maka aku akan tetap melakukannya. Dan jika kalian tidak suka, maka aku tidak mau menjadi imam kalian."
Mereka kemudian tetap menjadikannya sebagai imam, karena lelaki ini adalah orang yang paling mulia diantara mereka, dan mereka tidak suka bila diimami oleh selainnya.
Pada suatu ketika, nabi Muhammad saw berkunjung kepada para jamaah masjid Quba. Mereka kemudian memanfaatkan momen ini untuk bertanya kepada beliau tentang peristiwa yang mereka alami.
Setelah mendengarkan dengan saksama, nabi muhammad saw lalu memanggil sang imam untuk memberikan klarifikasi.
"Hai Fulan, apakah yang mencegahmu hingga tidak mau melakukan apa yang diminta oleh teman-temanmu, dan mengapa engkau selalu membaca surat ini dalam tiap rakaat shalatmu?"
Lelaki itu menjawab, "Aku menyukainya." Mendengar jawaban tersebut, beliau lantas bersabda: "Kecintaanmu kepada surat (al-lkhlas) ini dapat memasukkanmu ke dalam surga." (Sahih al-Bukhari)
(bal)